Salam Pos Kupang

Bank NTT Harus Responsif

Kita mesti mendorong Bank NTT untuk secara terbuka menyampaikan proses penanganan persoalan yang dialami nasabahnya Antonius Lambey

PEMBOBOLAN rekening nasabah Bank Mandiri menghebohkan negara ini dua bulan lalu. Saat itu, sejumlah nasabah dari bank terbesar di Indonesia ini terperanjat karena karena saldo tabungannya berkurang.

Padahal pemilik rekening tidak pernah melakukan penarikan atau transfer yang menyebabkan tergerusnya saldo rekeningnya. Yang lebih mengherankan, selain saldo rekeningnya berkurang, waktu penarikan juga bervariasi. Ada yang ditarik menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dari luar negeri. Padahal nasabah bank tersebut tidak pernah ke luar negeri.

Berita pembobolan rekening ini menjadi berita nasional dan menghebohkan, karena jumlah nasabah yang terkena kasus serupa jumlahnya lumayan banyak. Namun, Bank Mandiri sigap dan segera mengambil langkah-langkah penyelamatan. 

Bank Mandiri dengan cepat mengganti besarnya dana nasabah yang digerus orang yang tidak bertanggung jawab itu. Apa yang dilakukan Bank Mandiri ini karena bank tersebut memiliki perangkat yang memudahkan pelacakan dan mengetahui persis besaran uang yang ditarik orang tanpa sepengatahuan pemilik rekening.

Kasus serupa sepertinya sudah merembet ke NTT dan menyasar bank kebanggaan kita, Bank NTT.  Antonius Lambey, nasabah Bank NTT cabang Larantuka mengalami kerugian sebesar Rp 6.250.000. Uang tersebut diduga ditarik menggunakan ATM sebanyak dua kali. 

Masalah tersebut seharusnya cepat ditelusuri Bank NTT Cabang Larantuka sehingga dapat menemukan jawabannya.  Terlepas seperti apa nanti hasilnya,  kita berharap Bank NTT harus responsif ketika masalah tersebut diadukan sejak awal.

Bentuk responsif tersebut tentunya dengan melakukan penelusuran secara mendalam terhadap transaksi yang mencurigakan itu. Kenapa mencurigakan? Karena pemilik rekening bersih kukuh tidak pernah melakukan penarikan menggunakan ATM, kecuali penarikan menggunakan buku tabungan.


Kita mesti mendorong Bank NTT untuk secara terbuka menyampaikan proses penanganan persoalan yang dialami nasabahnya Antonius Lambey dan modus sehingga terjadinya penarikan uang nasabah tersebut. Sebab, sangatlah tidak elok kalau tuduhan yang disampaikan nasabah bahwa ada keterlibatan "orang dalam" Bank NTT di balik penarikan uang nasabah itu. Tuduhan keterlibatan orang dalam itu bernuansa ketidakpercayaan nasabah. Padahal, kepercayaan itu berada di atas segalanya dalam bisnis, apapun  jenis bisnisnya.

Bank NTT harus meniru penanganan persoalan yang dilakukan Bank Mandiri di atas. Kalau memang ada keterlibatan orang dalam, segera ambil tindakan. Namun, bila penarikan uang nasabah itu dilakukan oleh mafia berskala nasional atau internasional, jelaskan saja. Simple kan?*

Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved