Ibu Melahirkan Tokek
Secara Medis Ibu Melahirkan Anak Tokek Itu Mustahil
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Messe Ataupah, menegaskan, secara medis, manusia (ibu) melahirkan anak tokek
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Messe Ataupah, menegaskan, secara medis, manusia (ibu) melahirkan anak tokek, sangat mustahil dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara logis maupun secara ilmiah.
"Saya malah menduga itu penipuan. Karena menurut ilmu kesehatan, itu mustahil ada manusia melahirkan bayi tokek. Tidak logis dan tidak ilmiah," kata dr. Messe Ataupah kepada Pos Kupang, Sabtu (31/5/2014).
Ia menjelaskan, ketika umur embrio manusia antara satu sampai dua bulan, embrio itu bisa berwujud seperti binatang. Tapi setelah tiga bulan ke atas, bentuk embrio sudah menyerupai bayi manusia. "Jadi, mustahil kalau ibu itu melahirkan pada usia delapan bulan, bayinya seekor tokek. Secara ilmiah tidak bisa dipertanggungjawabkan," tandasnya.
Ketika dijelaskan bahwa persalinan itu ditangani langsung bidan desa bernama Yosephine Hellen Wadu, yang bertugas di Puskesmas Oenuntono, Ataupah berjanji akan menelepon bidan desa tersebut meminta penjelasan dan laporannya secara rinci.
Bidan Yosephine Helen Wadu, yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Sabtu sore, mengaku menolong langsung persalinan Ibu Debby Nubatonis (bukan Denci Nubatonis, Red) yang beralamat di RT 06/RW III, Dusun Oemolo II, Jumat (30/5/2014), sekitar pukul 05.30 Wita pagi. Debby adalah istri dari Wempy Loasana.
"Ibu dan bayi tokek dilarikan ke Puskesmas Oenuntono karena ibu Debby pingsan. Mereka tiba di puskesmas pukul 14.30 Wita," demikian pesan singkat yang dikirim Bidan Yosephine.
Dikatakannya, ibu dan bayi tokeknya sudah meninggalkan Puskesmas Oenuntono,
Sabtu (31/5/2014) siang, kembali ke rumahnya di Dusun Oemolo.
Bidan Yosephine mengatakan, ibu Debby dan suaminya sulit dihubungi karena tidak memiliki telepon genggam. Dan, di kampung itu tidak ada sinyal telepon genggam. Lama perjalanan dari Kampung Oemolo ke Puskesmas Oenuntono selama empat jam. Sedangkan dari Kupang ke Puskesmas Oenuntono jaraknya 80 kilometer.
Yosephine menjelaskan, semasa hamil, ibu Debby rutin memeriksa kehamilannya. Dan, sejak awal ia sudah curiga ada yang tidak beres dengan kehamilan ibu Debby. Sebab, tidak ada bunyi detak jantung bayi. "Rencananya dirujuk ke RSU Kupang supaya diperiksa pakai USG (Ultrasonography). Sebab, di puskesmas tidak ada alat USG dan tidak ada dokter," katanya. Namun ternyata rencana itu tidak sempat terwujud karena ibu Debby terlanjur lebih dahulu melahirkan.
Sebelumnya diberitakan Ny. Debby Nubatonis, melahirkan seekor anak tokek di kediamannya di Dusun Oemolo, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Jumat (30/5/2014), sekitar pukul 05.30 Wita pagi. Proses persalinan normal ditolong bidan desa bernama Yosephine Lidya Hellen Wadu.*