Salam Pos Kupang

Dukun 'Perkasa'

Bahkan ada yang lebih aneh lagi. Ada syarat atau ritual penyembuhan dari sang dukun dengan meminta pasien berbugil ria.

Dukun 'Perkasa'
POS KUPANG/ARIS NINU
Ruslie sedang dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim Polsek Alok, Aipda Eman di Mapolsek Alok, Sabtu (25/5/2014) siang. 

FENOMENA paranormal atau praktek dukun kampung yang digembar- gemborkan dapat mengobati berbagai penyakit banyak menuai persoalan. Masih ingat kasus di TTU, seorang dukun beranak melakukan praktek aborsi dengan meminta pasiennya minum ramuan sampai satu jeriken. Apesnya, pasien tewas. Bahkan ada yang lebih aneh lagi. Ada syarat atau ritual penyembuhan dari sang dukun dengan meminta pasien berbugil ria.

Warta teranyar, di Sikka, dukun memerkosa pasiennya. Menghentak nurani kita. Sudah jatuh tertimpah tangga lagi. Itulah nasib si pasien dalam ketidakberdayaannya. Kejadian seperti ini menjadi pembelajaran penting kita semua agar hati-hati memilih pengobatan alternatif. Waspada dan tidak cepat mempercayai  pengobatan alternatif dengan tawaran menggiurkan dan promosi yang wah. 

Ternyata di baliknya ada racun yang mematikan. Baik dari hasil pengobatan itu sendiri, maupun perilaku pengelolanya yang tidak manusiawi. Pagar makan tanaman. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.
Hal yang terakhir ini kerap terjadi dan menjadi keresahan sosial akhir-akhir ini  dan  dikhawatirkan mengarah kepada kesyirikan.

Masyarakat perlu waspada dengan pengobatan alternatif dengan media herbal, doa-doa, bahkan salawatan yang belum tentu menyembuhkan, namun sebaliknya menuai malapetaka.

Biasanya, dalam keseharian, setelah merasa tidak berhasil dengan cara medis banyak orang merasa putus asa sehingga dengan mudah terbujuk untuk melakukan pengobatan dengan cara alternatif kepada paranormal atau dukun. Mereka biasanya mengaku dapat melakukan pengobatan alternatif tetapi dengan cara-cara yang tidak sesuai syarat kesehatan.
Bahkan ada juga yang menyitir ayat-ayat kitab suci, padahal meminta pertolongan kepada jin. Cara pengobatan seperti itu hanya akan menyembuhkan kita secara fisik tetapi rohani kita telah menjadi musyrik.

Jika menderita sakit sebaiknya kita mempercayakan penanganan pemeriksaan kepada petugas medis di rumah sakit. Hal ini dikarenakan secara medis semua penyakit bisa didiagnosa dan bisa dicari pengobatan yang terbaik. Khusus masyarakat yang menderita sakit kejiwaan, keluarga agar membawa pasien untuk berobat ke rumah sakit dan bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan psikiater atau psikolog sebelum pasien direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah sakit jiwa.  *


Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved