Pemilu 2014

Honor 2 Bulan dan Transportasi 3 Bulan Dibayar, 805 PPL Tuntut Hak

Sebanyak 805 PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) Pemilihan Legilatif 2014 menuntut haknya ke Panwaslu.

Honor 2 Bulan dan Transportasi 3 Bulan Dibayar, 805 PPL Tuntut Hak
POS KUPANG/DION KOTA
Panwaslu Kota Kupang Dr Germanus Attawuwur mengenakan baju batik dan berkaca mata saat memberikan penjelasan kepada para PPL yang mengerumuninya. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sebanyak 805 PPL (Pengawas Pemilu Lapangan) Pemilihan Legilatif 2014 menuntut haknya ke Panwaslu Kota Kupang.

Pasalnya honor mereka selama dua bulan yaitu bulai April dan Mei, uang transportasi selama tiga  bulan yaitu dari bulan Maret, April Mei dan ATK selama tiga bulan dari bulan Maret, April dan Mei belum juga dibayarkan.

Tuntutan ini langsung disampaikan saat mereka mendatangi Kantor Panwaslu Kota Kupang  di Jalan R Suprapto, Kupang, Senin (25/5/2014). 

Patuan Pos Kupang, sekitar pukul 11.00 Wita nampak dipenuhi  ratusan PPL  yang datang dengan menggunakan sepeda motor. Mereka diterima oleh anggota Panwaslu Dr Germanus Attawuwur dan Bendahara Panwalu kota Angelina Rasmah, A.Md di depan halaman kantor panwaslu yang hanya seluas 2 kali 5 meter. Sementara yang lainnya harus berdiri di luar pagar kantor panswalu. 

Anton PPL dari Kelurahan Fatululi mengatakan maksud kedatangan mereka untuk menuntut hak setelah setelah menjalankan kewajiban sebagai PPL dalam pemilu legislatif yang lalu.

"Kami meminta pembayaran honor kami selama dua bulan yang besarannya perbulan senilai Rp 475.000 yaitu untuk bulan April dan Mei sedangkan transporatasi yang besarannya perbulan Rp. 200.000 dari bulan Maret sampai Mei dan ATK juga dari bulan Maret sampai Mei yang belum dibayarkan. Untuk ATK sendiri ini kami bingung karena mengalami pengurangan jumlah barang yang kami terima sebelum bulan Februari kami menerima ATK dalam bentuk, 3 rim kertas, 1 pak pulpen dan spidol,  dan 1 buah fles tetapi mulai dari bulan Februari kami hanya menerima 1 rim kertas, 1 pulpen dan 1 spidol dan 1 flash saja. kami bingung kenapa bisa mengalami pengurangan seperti itu," jelasnya.

Ia juga mempertanyakan honor Rp 500 ribu yang harus dipotong pajak pajak sehingga yang kami terima hanya 475.000 saja. 

Anggota Panwaslu, Dr Germanus pada kesempatan itu mengatakan pihaknya juga menyesali keterlambatan pembayaran tersebut, tetapi bukan karena sengaja tidak mau bayar. Menurutnya, uang yang diminta tersebut  belum sampai ke Panwaslu Kota Kupang.

"Kami akan meminta penjelasan kepada Banwaslu mengapa sampai terlambat dalam proses pembayaran honor dan ATK serta transport PPL. Saya berharap teman-teman bisa bersabar. Angelina Rasmah bendahara Panwaslu Kota mengatakan untuk honor bulan April sudah dapat teman-teman ambil sebentar tetapi untuk uang transport dan ATK selama tiga bulan belum dapat kami berikan karena sampai saat ini belum sampai kepada kami," jelasnya.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved