Calon Presiden 2014

Jokowi Tak Minta-minta Jadi Capres

Jokowi tidak pernah melakukan lobi-lobi politik untuk menjadi calon wali kota, gubernur maupun presiden, melainkan partai politik lah yang meliriknya.

Editor: Benny Dasman

POS KUPANG.COM, BANJARMASIN-- Bakal calon presiden Joko Widodo membeberkan perjalanan karier politiknya. Pengusaha furnitur asal Solo, Jawa Tengah yang terjun ke politik ini mengatakan, dia tidak pernah melakukan lobi-lobi politik untuk menjadi calon wali kota, gubernur maupun presiden, melainkan partai politik lah yang meliriknya.

Jokowi menceritakan perjalanan karier politik sejak menjadi Wali Kota Surakarta, Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan 2012, hingga kini, jadi bakal calon presiden yang diusung lima partai politik di Indonesia.

Menurutnya, semua peningkatan kariernya adalah suatu kecelakaan. "Baru berapa lama jadi gubernur Jakarta, saya ditetapkan jadi calon presiden. Padahal saya ndak minta-minta, tidak lobi-lobi," ujar Jokowi saat menjadi pembicara di depan seribuan santri di Pondok Pesantren Tafizul Quran Darussalam, Tanjung Rema, Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (25/5) sore.

"Dengan mengatakan bismillah, saya siap saja melakukannya. Saya ndak tahu nanti akan ada 'kecelakaan' apa," kata mantan Direktur Utama PT Rakabu, tersebut.

Menjadi bakal calon presiden, lanjut Jokowi, bukan tanpa tantangan. Tak jarang dia kerap menjadi sasaran kampanye hitam. Jokowi pun menyayangkan hal itu. Menurutnya lebih baik tiap kandidat saling adu program, bukannya malah saling melemparkan kampanye negatif.


Para santri yang berasal dari sekitar Kalimantan dan Jawa itu mendengarkan Joko Widodo dengan serius. Mereka ikut tertawa ketika Jokowi melontarkan candaan-candaan.

Pemilik ponpes sekaligus tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Haji Wildan Salman yang berbicara seusai Jokowi mendoakan agar pemilihan presiden Juli 2014 yang akan datang melahirkan pemimpin seperti yang tertuang di surat Yusuf. "Yang adil, takwa, dan sabar. Mudah-mudahan yang ada di surat Yusuf tadi Allah kumpulkan di Jokowi," ujarnya.

Acara tersebut diakhiri dengan melaksanakan pengajian bersama. Seusai pengajian, ratusan santri berebut meminta berfoto atau hanya sekadar bersalaman. Kiai Wildan sempat mengajak Jokowi makan dengan menu nasi samin di rumah yang tak jauh dari pondok pesantren.

Joko Widodo (Jokowi) bersama Jusuf Kalla (JK), pasangannya telah memiliki sejumlah kebijakan "Revolusi Mental" bidang pertanian lima tahun ke depan. Revolusi mental bidang pertanian yang akan dijalankan Jokowi lebih memfokuskan diri pada kemandirian pangan.

Bersurat ke Pengurus Golkar
Dari Jakarta dilaporkan, Rohmin Danuri anggota Penyusun Visi Misi Capres Jokowi menjelaskan, revolusi mental pada bidang pertanian ini tak lain implikasi dari Trisakti Bung Karno.

"Bangsa atau negara dengan penduduk di atas 100 juta tidak mungkin berdaulat kalau pangannya bergantung dari impor. Pertanian dan pangan adalah hidup matinya sebuah bangsa," kata Rohmin dalam diskusi publik bertajuk "Revolusi Mental Pertanian" sebagai landasan kemandirian Ekonomi, di Jokowi Center, Jakarta, Minggu (25/5/2014). (surya/mun/kompas.com)
 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved