Calon Presiden 2014

Partai Demokrat Dituntut Minta Maaf

Politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika mengajak pengurus partai untuk meminta maaf kepada seluruh peserta Konvensi.

Editor: Benny Dasman

POS KUPANG.COM, JAKARTA-- Politisi Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika mengajak pengurus partai untuk meminta maaf kepada seluruh peserta Konvensi. Sebabnya, setelah memanfaatkan jasa peserta Konvensi demi mendongkrak elektabilitas, ternyata partai gagal mengusung pemenang Konvensi menuju pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Kita harus minta maaf, harus gentle," ujar Pasek di Jakarta, Kamis (22/5).

Menurutnya, 11 peserta Konvensi berjasa besar untuk meningkatkan elektabilitas partai. Bahkan, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Marzuki Alie banyak meninggalkan daerah pemilihan (dapil) demi berkompetisi di Konvensi. Akibatnya, Marzuki tidak bisa kembali duduk sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019.

"Karena yang lain tidak ada yang minta maaf dan dibiarkan begitu saja, saya lah yang minta maaf. Minimal ada yang minta maaf dari Demokrat, biar ada yang menghibur beliau-beliau itu," katanya.

Tidak hanya itu, tambah Pasek, 11 peserta Konvensi perlu mendapat penghargaan khusus. Penghargaan itu perlu diberikan, terutama kepada pemenang Konvensi Capres Partai Demokrat, Dahlan Iskan.

"Mestinya dikasih piagam penghargaan atau trofi sebagai pemenang konvensi, meskipun tidak bisa masuk piala Champions. Aturannya harus ada empati dari Demokrat," paparnya.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan hasil survei elektabilitas 11 peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat di kantor DPP Partai  Demokrat, Jumat (16/5) lalu. Hasil survei mendudukkan Dahlan Iskan peringkat pertama.

Posisi kedua adik ipar SBY yakni Pramono Edhie Wibowo, disusul Ketua MPR Marzuki Alie, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, mantan wakil Ketua BPK Ali Masykur Musa, mantan Menpora Hayono Isman, Ketua DPD Irman Gusman, Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang, mantan Panglima TNI Endriartono Sutarto dan mantan Dubes RI untuk PBB Dino Patti Djalal.

Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat Suaidi Marasabessy mempertanyakan pernyataan Pasek yang meminta maaf kepada peserta Konvensi.  "Lho, kenapa harus meminta maaf, aturannya sudah jelas," kata Suaidi.

Ia mengatakan, pencapain perolehan suara Pemilu Legislatif hanya 10 persen membatasi Demokrat mengusung calon Presidennya sendiri. "Kecuali punya hak, dan ada komunikasi, baru kita akan meminta maaf," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan pasrah. Meskipun memenangi Konvensi calon presiden Partai Demokrat, Dahlan merasa tidak ada harapan lagi maju menjadi calon presiden bahkan calon wakil presiden pada Pilpres 9 Juli mendatang.

"Status saya awalnya menjemput takdir, kini menerima takdir," ujar Dahlan Iskan di Jakarta.

Dahlan mengaku sangat memaklumi nasibnya yang tidak bisa maju menjadi capres atau cawapres meski menjadi pemenang Konvensi capres Partai Demokrat. "Saya memaklumi sekali, Demokrat suaranya tidak sebesar yang lain, jelas semakin sulit posisi saya untuk terus maju," kata mantan Dirut PLN ini.

Dahlan mengakui tidak memiliki harapan lagi menjadi capres atau cawapres. "Tidak ada harapan lagi menjadi capres atau cawapres karena koalisi semakin mengerucut dan move-move Demokrat tidak memberikan sinyal ada kemauan keras untuk membentuk koalisi baru," ujarnya.

Menurutnya, perolehan suara Demokrat yang hanya 10 persen, membuat posisi Demokrat tidak gampang. "Saya bisa menerima dan memang posisi Pak SBY sangat sulit untuk keadaan seperti ini," kata Dahlan. (tribunnews/fer/mal)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved