Sapi Jantan Juara Satu Ditawari Rp 50 Juta
Kontes ternak tingkat Kabupaten Kupang di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, selama tiga hari, Senin (12/5/2014)
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kontes ternak tingkat Kabupaten Kupang di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, selama tiga hari, Senin (12/5/2014) hingga Rabu (14/5/2014) diikuti 108 ekor sapi unggulan, baik sapi jantan maupun betina.
Ternak sapi jantan yang ikut kontes bertubuh besar dan gemuk, bahkan ada ternak sapi yang berat badannya mencapai 777 kilogram (kg). Ada pengunjung menawarkan ternak sapi jantan juara satu dengan harga Rp 50 juta lebih.
Pantauan Pos Kupang, Rabu (14/5/2014) siang, para peternak sapi terlihat antusias mengikuti kontes ternak tersebut. Jumlah pengunjung yang datang menyaksikan kontes ternak pun mencapai ratusan orang. Bahkan, ada pengunjung yang menawarkan membeli ternak sapi unggulan yang keluar sebagai juara pada kontes ternak tersebut. Harga ternak sapi jantan juara satu yang ditawarkan pembeli mencapai Rp 50 juta lebih.
Kegiatan kontes ternak ditutup Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut, dihadiri para pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. Kegiatan kontes sapi juga dimeriahkan para sponsor dari perbankan dan perusahaan otomotif sepeda motor Honda.
Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Thinus Sukaryadi, selaku Ketua Panitia Kegiatan Kontes Ternak, kepada wartawan menjelaskan, kontes ternak diikuti perwakilan peternak dari 10 kecamatan di Kabupaten Kupang.
"Kontes ternak bertujuan memotivasi peternak agar lebih menekuni usaha ternaknya dan memotivasi masyarakat yang belum memiliki ternak sapi untuk mau menjadi peternak sapi," katanya.
Sukaryadi menyebut enam kategori peserta kontes, yaitu Sapi Betina Bibit Bali, Sapi Jantan Bibit Bali, Sapi Induk Bali, Sapi Pejantan Bali, Sapi Penggemukan Bali dan Sapi Penggemukan Cross. Para juri yang memberi penilaian terdiri dari para sarjana peternakan dan dokter hewan, dipimpin Ir. Bambang Permana, M.Si.
"Ternak sapi yang ditampilkan atau dilombakan dalam Kontes Ternak ini adalah ternak yang luar biasa. Berat badan ternak sapi berkisar 600-700 kg. Ada juga sapi penggemukan cross dari Amarasi milik peternak Edison Taebenu, berat badannya 777 kg," ujarnya.
Sukaryadi mengatakan, yang menarik dari kegiatan lomba ini, sapi-sapi unggulan yang meraih juara berasal dari peternak baru yang belum pernah menang pada kontes sapi tahun-tahun sebelumnya.
Tahun lalu yang menjadi juara adalah ternak sapi yang menang pada kontes ternak tahun sebelumnya, tapi tahun ini yang menang adalah sapi dari peternak baru. Peternak yang sapinya meraih juara, kata Sukaryadi, berhak mendapat hadiah yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kupang, yakni juara satu hadiah uang Rp 5 juta, juara dua Rp 4 juta, juara tiga Rp 3 juta dan juara empat Rp 2,5 juta.
Sapi unggulan dari setiap kategori yang keluar sebagai juara satu akan diikutkan dalam Kontes Ternak tingkat Propinsi NTT yang digelar di Sumba Timur, 21 Mei 2014.
Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, drh. Roy Mansula, salah satu anggota juri, menambahkan, sebelum Kontes Ternak terlebih dahulu dilakukan prakontes ternak.
Saat prakontes, lanjutnya, tim juri menilai kesehatan dan kondisi ternak yang akan mengikuti kontes ternak. Prakontes merupakan bagian dari proses seleksi karena jumlah ternak yang akan mengikuti kontes ternak mencapai 300 ekor ternak, sehingga sebagian ternak sapi harus gugur dalam prakontes.
Kembangkan Sistem Ranch
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang, Hendrik Paut, mengatakan, jumlah populasi ternak sapi di wilayah Kabupaten Kupang saat ini mencapai 159 ribu ekor. Untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak sapi di wilayah ini, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada upaya pengembangan ternak sapi dengan sistem ranch.
Ditemui wartawan saat memantau ternak sapi yang diikutsertakan dalam Kontes Ternak di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (14/5/2014) siang, Hendrik Paut, yang didampingi Kadis Peternakan Kabupaten Kupang, Yakoba RB Ludjuara dan pejabat lainnya, mengatakan, sistem ranch merupakan kombinasi antara pola pemeliharaan ternak sistem tradisional dan pola penggemukan sapi sistem paronisasi, di mana ternak sapi dilepas dalam suatu kawasan ranch dengan pakan ternak yang cukup sehingga ternak yang berada di dalam kawasan ranch sehat dan gemuk.
Pertumbuhan ternak sapi pun menjadi lebih baik dan tingkat produksinya menjadi lebih tinggi. "Selama ini ternak sapi kita kurang gemuk karena sistem pemeliharaan dengan cara lepas begitu saja (sistem tradisional). Sementara pada bulan-bulan tertentu, ketika memasuki musim kemarau, ketersediaan makanan ternak menjadi berkurang," kata Paut.
Oleh karena itu, untuk mendukung pengembangan sistem ranch, kata Paut, pemerintah memrogramkan pembangunan ranch
sehingga makanan ternak tersedia setiap waktu. Tanaman makanan ternak tidak mati saat musim kemarau karena ketersediaan air cukup untuk menyirami atau mengairi kawasan ranch.
Selain itu, kata Paut, pemerintah daerah juga berusaha membangun kerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan usaha peternakan di Kabupaten Kupang.
"Di Kabupaten Kupang saat ini kami sudah kembangkan ranch di enam titik, yakni di Ekateta, Kaerane, Fatukanutu, Raknamo, Manulai I dan Patula-Sulamu. Kami berharap Kontes Ternak yang dilaksanakan setiap tahun dan program pembangunan peternakan yang digalakan pemerintah, makin banyak masyarakat yang mau berusaha memelihara sapi. Apalagi saat ini, jumlah penduduk Kabupaten Kupang mencapai 320 ribu jiwa, sementara jumlah ternak sapi masih sekitar 159 ribu ekor. Masyarakat harus dirangsang supaya jumlah ternak sapi lebih banyak dari jumlah manusia dan tidak sebaliknya," kata Paut.
Okto: Karena Sapi Bisa ke Sumba
PETERNAK sapi asal Desa Ponain, Kecamatan Amarasi, Okto Noti, menjadi salah satu peserta Kontes Ternak yang berbahagia. Ternak sapi bali jantan miliknya keluar sebagai juara satu untuk kategori Sapi Penggemukan Bali.
Selain berhak mendapat hadiah Rp 5 juta dari Pemerintah Kabupaten Kupang, Okto juga menjadi salah satu peserta yang akan mewakili Kabupaten Kupang dalam Kontes Ternak tingkat Propinsi NTT yang bakal digelar di Kabupaten Sumba Timur tanggal 21 Mei 2014.
"Karena sapi, saya bisa jalan-jalan ke Sumba nantinya. Saya pasti senang. Kalau di Sumba nanti bisa juara lagi, saya bisa jalan-jalan lagi ke kontes ternak tingkat nasional," ujar Okto Noti tersenyum ketika ditemui di acara Kontes Ternak di Desa Baumata Timur, Kabupaten Kupang, Rabu (14/5/2014) siang.
Sesekali Okto mengusap-usap tubuh ternak sapi bali jantan miliknya itu. Sapi bali jantan miliknya itu berumur tiga tahun lebih, tapi sudah memiliki berat badan 610 kg. Untuk menjadi besar dan gemuk, ternak sapi ia pelihara dengan sistem paron. Sapi dikandangkan dan ia yang mencari makanan ternak. "Makannya cuma daun lamtoro dan rumput-rumputan. Sapi dikandang terus, tidak dilepas. Makanya dia gemuk seperti ini," ujarnya.
Okto mengatakan, ia memiliki empat ekor sapi betina dan dua sapi jantan. Salah satunya ia tampilkan dalam kontes ternak tersebut. Juara satu yang diraih ternak sapi miliknya akan menjadi berita baik dan hadiah buat istri dan anak-anaknya. (mar)
Juara Kontes Ternak Tingkat Kabupaten Kupang 2014
A. Kategori Sapi Betina Bibit Bali
Juara 1. Kupang Timur (Yanto Tuka)
Juara 2. Amarasi (Lasi Seran)
Juara 3. Amarasi (Ruben Taebenu)
Juara 4. Amarasi Selatan (Iste Aplugi)
B. Kategori Sapi Jantan Bibit Bali
Juara 1. Amarasi Selatan (Kilyon Taebenu)
Juara 2. Amarasi (Yasenius Tefa)
Juara 3. Amarasi Timur (Dikson Pae)
Juara 4. Amarasi Timur (Otniel Nubatonis)
C. Kategori Sapi Induk Bali
Juara 1. Kupang Timur (Iwan Ndaumanu)
Juara 2. Amarasi Timur (Otniel Nubatonis)
Juara 3. Kupang Timur (AP Riwu)
Juara 4. Amarasi (Maklon Rakneni)
D. Kategori Sapi Pejantan Bali
Juara 1. Amarasi (Mordikai Seran)
Juara 2. Takari (Shinta Lado)
Juara 3. Amarasi (Ruben Taebenu)
Juara 4. Amarasi Barat (Abdon Mata)
E. Kategori Sapi Penggemukan Bali
Juara 1. Amarasi (Okto Noti, umur 6 tahun berat badan 610 kg)
Juara 2. Nekamese (Ronald Otemusu, umur 8 tahun berat badan 522 kg)
Juara 3. Amfoang Tengah (Luther baitanu, umur 8 tahun berat badan 502 kg)
Juara 4. Amfoang Selatan (Marthen Naijuf, umur 6 tahun berat badan 452 kg)
F. Kategori Sapi Penggemukan Cross
Juara 1. Amarasi Barat (Toni Moses, umur 1 tahun berat badan 514 kg)
Juara 2. Amarasi (Edison Taebenu, umur 6 tahun berat badan 777 kg)
Juara 3. Kupang Timur (Marthen Tuka, umur 6 tahun berat badan 660 kg)
Juara 4. Amarasi Barat (Melki Amnifu, umur 4 tahun berat badan 620 kg)
------------------------------------------
Sumber : Tim Juri Kontes Ternak
-----------------------------------------