Pemilu 2014

Caleg "Main Uang" di Manggarai Diserahkan ke Penuntut Umum

ersangka dugaan money politics (jual beli suara) dalam pemilu legislative, Gaguk Gregorius akhirnya memenuhi panggilan penyidik

Caleg
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

POS KUPANG.COM, RUTENG -- Tersangka dugaan money politics  (jual beli suara) dalam pemilu legislative, Gaguk Gregorius akhirnya memenuhi  panggilan penyidik, Jumat pagi (9/5/3014) ke Mapolres Manggarai.

Penyidik langsung mengantar caleg terpilih dapil dua  DPRD Manggarai  dari PDIP  kepada penuntut umum di  Kejaksaan Negeri Ruteng.

Gregorius tiba lebih awal di Mapolres Manggarai didampingi penasehat hukum, Erlan Yusran, S.H, dan Toding Manggasa, S.H. Mereka langsung menemui Kanit Pidum, Aiptu Raji. Setelah  membereskan administrasi, Gregorius diantar penyidik  kepada penuntut umum  di Kejari Ruteng diterima Kasi Datun, Affrizal Hamid, S.H.

Toding mengakui  kliennya menerima  dua kali surat panggilan polisi pada  1 dan 2 Mei 2014.  Namun kondisi kesehatanya tidak bagus, sehingga  kliennya baru memenuhi panggilan polisi Jumat (9/5/2014).

Menurut pemeriksaan dokter,  Gregorius menderita sakit gastridis dan berobat ke RSUD Ende,3 Mei 2014.

"Klien saya sakit makanya tidak bisa memenuhi panggilan polisi saat pelimpahan tahap dua.  Bukti pemeriksaan kesehatan  dan laboratorium sudah dilampirkan semua,"kata Toding.
Todingmembantah kliennya mangkir dari panggilan penyidik. Ketidakhadiran  tersangka  semata-mata karena masalah kesehatan.

Kanit Pidum, Aiptu Raji, mengatakan dua surat panggilan  telah dikirim kepada tersangka,  tetapi  tidak dipenuhi. Karena itu,  dikeluarkan  surat surat perintah kepada tim khusus  untuk membawa tersangka. Tim ini, kata  Raji,  melakukan  pencarian tersangka dan  telah ada komunikasi bahwa tersangka  akan  datang sendiri.

 "Makanya Pak Gregorius datang  hari ini (Jumat, red). Kami serahkan kepada jaksa," kata  Raji.

Kepala Kejaksaan Negeri Ruteng, Gembong Priyanto,  mengatakan  pelimpahan perkara dugaan money poltics ke PN Ruteng tertunda  karena  harus   menunggu kehadiran  tersangka.
Menurut Gembong, semua berkas perkara ini telah memenuhi syarat dan  Jumat siang (9/5/2014) langsung dilimpahkan ke PN Ruteng. Sidang perdana dijadwalkan,  Senin (12//5/2014).

 Ancaman hukuman dibawah lima tahun, maka tersangka tidak ditahan. Tetapi, jika  tersangka tidak datang  pada saat persidangan maka akan dipanggil  paksa."Harus hadir setiap kali sidang. Kalau tidak maka kami akan jemput," tandas Gembong

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved