Ujian Nasional
Gara-gara Terlambat Bangun, Satu Siswa SMPN 1 Kupang Tak Ikut UN
Satu siswa SMPN 1 Kupang tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP karena terlambat bangun
Penulis: Hermina Pello | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Satu siswa SMPN 1 Kupang tidak mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP karena terlambat bangun dan telat ke sekolah tempat dilaksanakan Ujian Nasional. Sementara di SMPN 2 Kupang, satu siswa sakit sehingga tidak mengikuti UN.
Demikian Kepala SMPN 1 Kupang, Thimotius M Selly, SPd, MM dan Kepala SMPN 2 Kupang. Yoel Oematan, SPd, MM yang ditemui secara terpisah di ruang kerjanya, Senin (5/5/2014).
"Jumlah peserta UN tahun ini sebanya 514 siswa tetapi yang hadir pada hari pertama UN hanya 513 siswa. Satu orang siswa yang tidak ikut. Tadi sampai pukul 07.30 wita, dia belum hadir sehingga kami menghubungi orang tuanya dan orang tua mengaku anaknya terlambat bangun. Kami minta agar orang tua segera mengantar anaknya ke sekolah, mungkin terlambat 10-15 menit tidak apa-apa. Tetapi sampai ujian dilaksanakan ternyata anak itu tidak sampai di sekolah," ujarnya.
Untuk itu, kata Selly, sekolah mengutus guru ke rumah siswa tersebut untuk bertemu dengan orang tuanya agar besok anak itu bisa ikut ujian. "UN hari pertama sudah selesai sehingga dia akan ikut UN susulan," ujarnya.
Sementara di SMPN 2 Kupang, kata Oematan, ada satu siswa yang sakit sehingga tidak hadir. Menurutnya, pelaksanaan UN berjalan lancar dan tidak ada keluhan dari peserta UN.
"UN tahun ini berjalan lancar, semua soal, lembaran jawaban lengkap. Tidak seperti tahun lalu. Kalau tahun lalu, kami agak sedikit kesulitan," ungkapnya
Sementara beberapa siswa SMPN 2 Kupang, diantaranya Joan Pella, Rico Lay, Jorika Bunda, Nonny Manafe yang ditemui usai UN mengatakan tidak ada keluhan terkait soal dan lembaran jawaban.
"Soalnya dicetak dengan jelas, sehingga kami tidak kesulitan. Kami juga merasa soalnya tidak terlalu sulit karena bentuk soal seperti ini sudah pernah kami pelajari," ungkap mereka.*