Raih 11 Kursi Golkar Kembali Kuasai DPRD NTT

Golkar dipastikan menguasai DPRD NTT meraih kursi Ketua DPRD NTT. Partai beringin ini meloloskan 11 calegnya menjadi anggota DPRD NTT 2014-2019

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Partai Golongan Karya (Golkar) dipastikan tetap menguasai DPRD NTT dengan memegang kursi Ketua DPRD NTT. Partai berlambang pohon beringin ini meloloskan 11 calegnya menjadi anggota DPRD NTT periode 2014- 2019. Kursi ketua DPRD NTT yang saat ini ditempati oleh Drs. Ibrahim Agustinus Medah, dipastikan tidak akan berpindah ke partai lain.

Demikian rekapan akhir yang dihimpun Pos Kupang dari rapat pleno terbuka dan rekapitulasi KPU NTT di aula KPU NTT, Selasa (29/4/2014) pagi, untuk Kabupaten Lembata yang masuk dalam daerah pemilihan (Dapil) NTT VI.

Dengan demikian, 65 kursi DPRD NTT sudah dipastikan terisi dan hanya menanti penetapan dari keputusan KPU sebagai penyelenggara resmi Pemilu.  Sementara itu, kursi wakil-wakil ketua juga dipastikan akan menjadi milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra.

Dua partai ini masing-masing mengumpulkan 10 dan sembilan kursi. Sedangkan partai- partai yang juga memastikan diri akan memiliki fraksi sendiri di DPRD NTT periode 2014-2019 adalah Partai Demokrat dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) masing- masing delapan kursi di DPRD NTT.

Lima partai lainnya yang juga berhasil mengantarkan calegnya ke El Tari 1,  yakni Partai Hanura dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)  masing-masing lima kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) empat kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) masing-masing dua kursi dipastikan tidak bisa membentuk fraksi sendiri sehingga harus membuat koalisi untuk menjadi fraksi.

Dua partai politik lainnya yang juga sebagai partai peserta Pemilu 2014, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Bulan Bintang (PBB) dipastikan tidak mendapat kursi di DPRD NTT karena dari delapan dapil yang ada, caleg dari dua parpol ini tidak bisa bersaing dengan caleg dari partai lainnya sehingga caleg incumbent dari PPP, yang pada periode 2009-2014 terpilih dari dapil enam (Flores Timur, Lembata, Alor), Syahlan Kamahi, M.M  dan kembali mencalonkan diri dari dapil yang sama dipastikan akan tersingkir.

Sesuai rekapan data dari rapat pleno terbuka dan rekapitulasi KPU NTT di aula KPU NTT hingga Selasa (29/4/2014), hanya 20 anggota DPRD incumbent yang kembali lolos ke El Tari 1. Sementara 45 lainnya merupakan pendatang baru dan empat di antaranya 'naik kelas' dari DPRD kabupaten/kota ke DPRD propinsi, yakni Kardinand Kalelena caleg Demokrat yang sebelumnya DPRD Kota Kupang, Tomas Tiba caleg Golkar dari DPRD Nagekeo, dan dua dari DPRD Kabupaten TTS, yakni caleg Golkar Eldat Nenabu, dan caleg Demokrat, Ampera Seke Selan.

Dari delapan dapil yang ada untuk DPRD NTT periode 2014-2019 kali ini tercatat hanya Dapil 5 (Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo) yang menyumbang incumbent terbanyak, yakni lima orang. Sementara dari dapil lainnya hanya berkisar dua atau tiga incumbent dan paling sedikit dapil satu, hanya satu incumbent yang kembali duduk di El Tari 1.

Sedangkan untuk DPR RI dari dua dapil diperkirakan hanya akan ada dua muka baru ke Senayan yang disumbangkan oleh Partai Nasdem, masing-masing satu kursi dari setiap dapil. Sementara untuk calon DPD dipastikan hanya Ir. Paul Liyanto yang tetap bertahan di Senayan, sedangkan Ir. Sarah Lery Mboeik dan Ny. Carolina Nubatonis- Condo, yang kembali maju dari DPD diprediksikan akan tersingkir.

Demikian pula, Eman Babu Eha yang beralih ke Demokrat dan maju untuk DPR RI juga diprediksikan tidak mendapat bagian lagi di Senayan. (meo)

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved