Pemilu 2014

Polisi Serahkan BAP Tersangka Pelanggaran Pemilu Ke Jaksa

Sesuai rencana, penyidik Polres Ngada akan melimpahkan berkas perkara tiga tersangka kasus pelanggaran pemilu legislatif

Polisi Serahkan BAP Tersangka Pelanggaran Pemilu Ke Jaksa
Net

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Sesuai rencana, penyidik Polres Ngada akan melimpahkan berkas perkara tiga tersangka kasus  pelanggaran pemilu legislatif di TPS 1, Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa kepada Kejaksaan Negeri Bajawa, Rabu (30/4/2014).

Pelimpahan berkas dan juga tersangka merupakan penyerahan tahap dua dalam kasus tersebut, setelah BAP dinyatakan lengkap (P21).

Kapolres Ngada AKBP Bertholomeus I Made Oka Putra, S.I.K melalui Kasat Reskrim Iptu Guntar A Setiyoko mengatakan hal itu kepada Pos Kupang saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (29/4/2014).

Guntar yang didampingi beberapa penyidik mengatakan, BAP tersangka kasus pelanggaran pemilu di TPS 1 Desa Ulubelu sudah lengkap (P21). "BAP sudah lengkap. Besok kami limpahkan berkas dan juga tersangka ke jaksa," kata Guntar.

Guntar mengatakan, ada tiga tersangka dalam kasus pelanggaran pemilu yakni, Yohanes Wegu (ketua PPS),Emirensiana Wawo (anggota) dan Longginus Rimo (anggota).

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan perubahan data jumlah suara caleg antara formulir C1 PPS dan formulir D1 PPS.

Perbuatan tersangka melanggar pasal 287 UU nomor 8 tahun 2012 tentang pemilu yang berbunyi, anggota KPU, KPU provinsi, KPU Kabupaten/kota, PPK dan PPS yang karena kelalaiannya mengakibat hilangnya atau berubahnya berita acara rekapitulasi penghitungan perolehan suara dan/atau sertifikat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara dipidana dengan pidana kurangan paling lama 1 tahun dan denda paling banyak 12 juta.

Diberitakan Pos Kupang Jumat (18/4/2014), Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Ngada melaporkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) TPS 1 Ulubelu, Kecamatan Golewa kepada penyidik Polres Ngada.  PPS Desa Ulubelu dilaporkan ke polisi karena ada indikasi perbuatan tindakan pidana pada pemilu legislatif yang merugikan pihak lain.

Dalam laporan Panwas ke polisi, PPS Ulubelu terjadi kelalaian saat mentransfer data dari formulir C1 ke formulir D1. Dalam formulir C1, caleg nomor 1 Partai Nasdem mendapat 35 suara, namun saat dibaca pada formulir D1 berubah menjadi 10 suara. Kemudian caleg nomor 6, perolehan suara 15, tetapi saat pembacaan di formulir D1 berubah menjadi 42 suara. Selanjutnya suara parpol dari 10 suara berubah menjadi 4.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved