Pemilu 2014

KPU Ende Pastikan Tidak Ada Pemilu Ulang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ende memastikan tidak ada pelaksanaan Pemilu ulang di Kabupaten Ende

KPU Ende Pastikan Tidak Ada Pemilu Ulang
net
Logo kpu

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ende memastikan tidak ada pelaksanaan Pemilu ulang di Kabupaten Ende karena menurutnya tidak ada dasar dilakukan Pemilu ulang di daerah tersebut apalagi proses rekapitulasi hasil Pemilu Legislatif telah diselesaikan di KPU NTT.

Ketua KPU Kabupaten Ende, Florentinus H Wadhi mengatakan hal itu dalam keterangan pers kepada wartawan cetak dan elektronik di Kabupaten Ende, Selasa (29/4/2014) yang berlangsung di Sektariat KPU Kabupaten Ende.

Pria yang akrab dipanggil dengan nama Budi mengatakan bahwa KPU Kabupaten Ende tidak akan menggelar Pemilu ulang di daerah tersebut karena memang tidak ada dasar yang kuat dilakukan Pemilu ulang.

"Tidak ada alasan dilakukan Pemilu ulang. Oleh karena itu masyarakat diharapkan tenang serta tidak mudah percaya pada isu-isu yang menyesatkan,"kata Budi.

Budi mengatakan Pemilu ulang dapat saja dilakukan apabila ada kejadian luar biasa yang bisa mengganggu kelancaran Pemilu.

"Kalau terjadi Pemilu ulang tenggang waktunya 10 hari setelah hari pencoblosan dan hal itu sudah lewat atau kadaulawarsa sehingga dengan demikian tidak lagi memungkinkan dilakukan Pemilu ulang,"kata Budi.

Selain itu ujar Budi, Bawaslu tidak pernah merekomendasikan adanya Pemilu ulang di Kabupaten Ende, Bawaslu NTT menurutnya hanya merekomendasikan penelusuran suara ulang di lima kecamatan saat berlangsungnya pleno di KPU Propinsi NTT serta hal itu sudah dilakukan ketika saat pleno.

Penelusuran suara ulang juga secara substansi juga tidak merubah perolehan suara para Caleg.

"Tidak ada hal yang sangat substansi dari penelusuran itu karena hanya untuk diminta untuk memperbaiki kesalahan penulisan seperti penulisan jenis kelamin pemilih yang semestinya diisi di kolom pria namun ditulis wanita begitupun sebaliknya sementara hasil akhirnya tetap sama seperti yang terjadi di Kecamatan Wewaria,"kata Budi.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved