Pemilu 2014

Kasus di TPS Dangka, KPU Mabar Menunggu Arahan Propinsi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manggarai Barat (Mabar), masih menunggu arahan dan petunjuk dari KPU Propinsi dan KPU Pusat

Kasus di TPS Dangka, KPU Mabar Menunggu Arahan Propinsi
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servatinus Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manggarai Barat (Mabar), masih menunggu arahan dan petunjuk dari KPU Propinsi dan KPU Pusat terkait kasus pencoblosan 68 surat suara sisa untuk Caleg PKB di TPS Dangka Desa Compang Kecamatan Macang Pacar.

Demikian yang disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) KPU Mabar, Thomas Dohu, saat dikonfirmasi Pos Kupang pada Hari Selasa (29/4/2014).

Thomas menepis penilaian dari Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Mabar, Maximus Waris yang mengatakan KPU tidak merespon rekomendasi yang disampaikan Panwaslu kepada KPU terkait persoalan itu.

"KPU bukan tidak menanggapi rekomenadasi dari Panwaslu tetapi kami sudah menyampaikan secara terbuka saat rapat pleno hari terakhir bahwa KPU sedang melakukan kajian. Kenapa kami harus lakukan kajian, pertama karena dari sisi regulasi ketentuan untuk pemilihan ulang seperti yang direkomendasikan Panwaslu itu tidak ada," kata Thomas.

Alasan kedua menurut dia, yakni surat rekomendasi dari Panwaslu tentang kasus itu, baru diterima oleh KPU pada tanggal 23 April 2014. Keesokan harinya atau pada tanggal 24 April 2014, KPU membahasnya dalam forum rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Kecamatan Macang Pacar sebagai kecamatan terakhir.    

"Dari aspek waktunya, rekomendasi dari Panwaslu itu agak terlambat. Tetapi kami di KPU sudah menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan bersurat ke KPU propinsi tembusan KPU pusat. Surat itu yakni untuk meminta arahan dan petunjuk dari KPU propinsi dan KPU pusat, berkaitan dengan rekomendasi dari Panwaslu itu. Sehingga kami bisa memutuskan seperti apa kami menindaklajutinya," kata Thomas.

Dia menjelaskan bahwa sesuai dengan regulasinya, pemilihan ulang bisa dilakukan bila terjadi kerusuhan atau karena kotak suara tidak dibuka sesuai dengan atirannya. Pemilihan ulang juga bisa dilakukan jika KPPS memberi tanda atas surat suara dalam bentuk tulisan. Selain itu, pemilihan ulang bisa dilakukan jika KPPS merusak surat suara sah lebih dari satu.

"Pada perinsipnya kami tidak akan menetapkan hasil Pemilu, melalui proses Pemilu yang tidak berintegritas. Kami juga berharap agar KPU Propinsi dan pusat, segera memberi jawaban atas permintahan arahan dan petunjuk yang teah disampaikan olrh KPU Mabar," kata Thomas.

Terkait rekomendasi agar 68 surat suara sisa harus dikembalikan betul-betul sebagai surat suara sisa,Thomas mengatakan bahwa faktanya 68 surat suara itu sudah dicoblos.

"Kalau itu dikembalikan, maka menjadi surat suara tidak terpakai. Tetapi faktanya, surat suara itu sudah terpakai walaupun ditusuk oleh satu orang," kata Thomas.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved