Pemilu 2014

Caleg yang Sukses dan Gagal ke Senayan

Berhasil meraup suara terbanyak dari Kabupaten Lembata untuk partainya, calon DPRD incumbent dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Jumal Hauteas

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Berhasil  meraup suara terbanyak dari Kabupaten Lembata untuk partainya, calon DPRD incumbent dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Honing Sani, menyusul empat caleg incumbent lainnya kembali ke Senayan.

Meraih 4.638 suara dari Lembata membuat Honing Sani meraih total suara pribadi sebanyak 49.287 suara dan unggul 198 suara atas Andreas Hugo Parera yang juga dari PDIP, yang berada di peringkat kedua dengan 49.089 suara pribadi.

Demikian kursi DPR RI untuk Daerah Pemilihan (Dapil) NTT I yang sebelumnya diberitakan akan menempatkan dua orang pendatang baru tidak lagi terjadi. Sebab, kursi kedua yang menjadi milik PDIP kembali diambil alih oleh caleg incumbent Honing Sani, sehingga muka baru dari Dapil I NTT hanya akan diisi oleh caleg partai pendatang baru, Partai Nasdem, Johni Plate.

Empat caleg petahana lainnya yang sudah memastikan diri lebih dulu kembali ke Senayan, yaitu caleg Partai Demokrat, Beni Kabur Harman, yang meraih suara pribadi sebanyak 53.701 suara; caleg PAN, Lorens Bahang Dama dengan suara pribadi 79.603 suara; caleg Partai Golkar, Melkias Markus Mekeng yang mengumpulkan suara pribadi 72.120 suara dan caleg Partai Gerindra, Pius Lustrilanang dengan suara pribadi 51.432 suara.

Sementara itu, caleg petahana lainnya dari Partai Golkar, Yoseph Nai Soi dipastikan tidak kembali ke Senayan. Yoseph Nai Soi  berhasil mengumpulkan suara pribadi cukup signifikan dari Dapil NTT I yang meliputi wilayah Flores, Lembata dan Alor sebanyak 65.183 suara sah dan unggul atas suara pribadi yang dikumpulkan oleh caleg Demokrat, Beni Harman, dan caleg Gerindra, Pius Lustrilanang, juga caleg Partai Nasdem, Johni Plate.

Pasalnya, akumulasi suara sah yang dikumpulkan Partai Golkar tidak mencapai dua kali Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) sebanyak 182.325 suara, sehingga Partai Golkar hanya bisa mendapatkan satu kursi dari Dapil NTT I.

Sementara itu untuk Dapil NTT II, khusus kursi terakhir belum bisa dipastikan akan menjadi milik siapa, karena pleno suara dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) akan dilakukan hari ini, Selasa (29/4/2014) pukul 10.00 Wita.

Sedangkan enam kursi lainnya sudah hampir pasti menjadi milik caleg PDIP, Herman Herry dengan suara pribadi 99.313; caleg Golkar, Setya Novanto dengan 55.246 suara pribadi; caleg Gerindra, Farry Francis dengan 31.857 suara pribadi; Jefri Riwu Kore yang mengumpulkan 52.746 suara sah pribadi, Saleh Husin dari Partai Hanura dengan suara pribadi sebanyak 36.273 suara dan caleg dari partai pendatang baru, Partai Nasdem, Viktor Bungtilu Laiskodath dengan suara pribadi mencapai 40.012 suara.

Karena itu, suara dari TTS akan sangat menentukan bagi kursi terakhir, apakah akan menjadi milik caleg incumbent dari Partai Golkar, Charles Mesang yang saat ini mengantongi akumulasi suara sementara dari Partai Golkar sebanyak 51.931 suara, caleg Partai Demokrat Anita Yacoba Gah yang memiliki suara pribadi 22.945 suara dan akumulasi suara sisa Partai Demokrat 5.368 suara sisa dari kursi Jefri Riwu Kore, atau justru akan menempatkan pendatang baru dari PAN, Eurico Guterres yang saat ini sudah mengumpulkan akumulasi suara dari Partai dan seluruh caleg PAN sebanyak 50.301 suara.*

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved