Pemilu 2014

Nyaris Ricuh Rekap Hasil Pileg di PPK Lemsel Mabar

Rapat pleno tahapan rekapitulasi di tingkat PPK Kecamatan Lembor Selatan (Lemsel) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), nyaris ricuh.

Nyaris Ricuh Rekap Hasil Pileg di PPK Lemsel Mabar
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servans Mamilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Rapat pleno tahapan rekapitulasi di tingkat PPK Kecamatan Lembor Selatan (Lemsel) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), nyaris ricuh.

Awalnya rekapitulasi berlangsung di sekretariat PPK yaitu di Kantor Camat Lemsel pada Hari Rabu (16/4/2014). Namun saat rekapitulasi baru berlangsung beberapa saat, kondisi mulai memanas dan tegang sehingga nyaris ricuh.

Saat itu ada Caleg dan saksi yang menuding telah terjadi kecurangan saat pencoblosan, 9 April 2014, seperti adanya indikasi mobilisasi pemilih dari Labuan Bajo ke Lemsel dengan mengabaikan DPT.

Akibat kondisi yang tidak kondusif itu, akhirnya rekapitulasi hari itu gagal dilakukan. Setelah PPK Lemsel berkoordinasi dengan KPU Mabar, rekapitulasi tingkat PPK Lemsel akhirnya disepakati untuk dipindahkan ke Sekretariat KPU Mabar di Labuan Bajo.

Selanjutnya pada Hari Kamis (17/4/2014), rekapitulasi tingkat PPK Lemsel diselenggarakan di aula KPU Mabar lantai dua. Namun keteganganpun masih tetap berlangsung.

"Hujan" argumentasi dari para saksi dan Caleg kepada PPK, membuat rapat pleno rekapitulasi mengalami beberapa kali skors. Para saksi dan Caleg yang merasa dirugikan, meminta agar kotak suara dari 15 desa harus dibuka untuk melihat lagi perolehan suara di TPS karena adanya kecurigaan-kecurigaan kecurangan.

Sementara PPK menjelaskan bahwa mereka harus berkoordinasi dengan KPU karena PPK tidak punya kewenangan untuk membuka kotak suara.

Puncak ketegangan hari itu itu terjadi saat petugas hendak merekapitulasi perhitungan suara di Desa Watu Waja. Para saksi dan Caleg menilai data yang direkapitulasi itu sangat rancuh.

Mereka bahkan meminta untuk melakukan pencoblosan ulang di Lemsel dan menilai PPK serta Panwaslu ikut melakukan kecurangan.

"Ini membuktikan bahwa PPK dan Panwaslu terlibat dalam tindakan kecurangan. Stop kegiatan hari ini, stop dan tidak usah dilanjutkan," kata salah satu Caleg Partai Nasdem, Joni Hapan dengan suara yang keras. Dia bahkan beragurmentasi sambil berdiri dan berjalan di beberapa sudut aula KPU tempat pleno berlangsung hari itu. Sejumlah undangan lainnya saat itu hanya duduk diam.

Menurutnya, banyak hal yang janggal dari penjelasan PPK, khususnya berkaitan dengan rekapitulasi di Desa Watu Waja.

Beberapa saat kemudian, Ketua PPK Lemsel Kanisius Mandut, kembali meskors rapat pleno untuk kesekian kalinya dengan alasan berkoordinasi dengan KPU. Namun keteganganpun belum surut, sehingga rekapitulasi hari itu molor dan dilanjutkan Hari Jumat (18/4/2014).

"Kami secara lembaga siap untuk diproses kalau ada indkasi keterlibatan kami saat proses rekapitulasi di PPS. Kami siap diproses hukum, karena tadi ada pernyataan yang menuding kami terlibat rekapitulasi di PPS, yang penting itu bisa dibuktikan. Kami siap diproses hukum," kata Kanisius kepada Pos Kupang Hari Kamis itu.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved