Pemilu 2014

Aparat Polisi Jaga Ketat Pleno Rekapitulasi Tingkat PPK Lamsel

Aparat Polres Manggarai Barat menjaga ketat serta mengkawal pleno rekapitulasi tingkat PPK Lemsel sejak Hari Kamis sampai Jumat (18/4/2014).

Aparat Polisi Jaga Ketat Pleno Rekapitulasi Tingkat PPK Lamsel
Ist
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servans Mamilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Aparat Polres Manggarai Barat menjaga ketat serta mengkawal pleno rekapitulasi tingkat PPK Lemsel sejak Hari Kamis sampai Jumat (18/4/2014).

Puluhan anggota polisi itu dipimpin langsung oleh  Kasat Sabhara, IPTU Muhamad Nur Menge.

Hingga berita ini ditulis, ketegangan masih berlanjut dan PPK serta sejumlah utusan warga serta saksi dan Caleg masih rapat bersama.

Ketua Panwaslu Lemsel Elias Garbi, mengaku ada beberapa kejanggalan yang mereka temukan.

"Untuk di Desa Watu Waja, jumlah DPT di TPS satu menurut PPS sebanyak 204 dan TPS dua 318. Sehingga totalnya 522 tetapi yang direkap oleh PPS untuk TPS dua jumlah DPTnya 319 dan TPS satunya tetap 204. Sedangkan jumlah surat suara yang tidak digunakan untuk kedua TPS tersebut menurut PPS sebanyak 78, tetapi hasil rekapan yang dipegang oleh Panwaslu sebanyak 79," kata Elias pada Hari Kamis itu.

Sedangkan pantauan Pos Kupang di hari kedua pleno yakni Jumat (18/4/2014), rapat pleno rekapitulasi tingkat PPK Lemselpun tetap tidak berjalan lancar.

Caleg dan beberapa saksi dari beberapa Partai Politik (Parpol) serta warga pendukung, menyampaikan protes keras karena tidak diizinkan masuk ke dalam ruangan pleno. Pada hal mereka merasa sebagai saksi yang pantas untuk mengikuti rapat pleno rekapitulasi.

Warga meneriakan kata-kata kasar dan maki kepada PPK yang saat itu berada di lantai dua KPU bersama sejumlah petugas KPPS.

Mereka meberikan ancaman akan memobilisasi masa. Kekecewaanpun mereka sampaikan kepada petugas kepolisian, yang dinilai hanya berpihak kepada penyelengara tetapi tidak memfasilitasi keinginan Caleg dengan penyelenggara untuk menuntaskan persoalan.

Kericuan nyaris terjadi saat mereka memberikan waktu 5 menit kepada petugas kepolisian yang menjaga ketat di depan pintu agar mengizinkan mereka masuk. Sekitar dua kali warga dihimbau oleh sesamanya untuk berkumpul di depan pintu masuk dan siap untuk menerobos atau masuk paksa namun akhirnya tidak jadi. Lalu Mereka menuntut agar Ketua PPK harus menemui mereka untuk memberikan beberapa penjelasan terkait kejanggalan yang menurut mereka perlu dijelaskan oleh Ketua PPK.

Setelah lama menunggu, Ketua PPK Lemsel Kanisius Mandut bersama seorang anggotanya, akirnya menemui mereka dan berlangsung dialog singkat yang tegang serta dibawa kawalan petugas kepolisian.

"Kami menyerahkan proses rekapitulasi ini kepada KPU sehingga keinginan untuk membuka lagi kotak suara bisa langsung ditangani oleh KPU," kata Kanisius.

Selain itu, PPK, saksi, Caleg dan beberapa utusan warga pendukung saat itu bersepakat untuk rapat mencari solusi bersama.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved