Pemilu 2014

Di SBD, Ketua PPS Mengamuk Lalu Merusakkan Kantor Camat

Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Leteloko, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya

POS KUPANG.COM, TAMBOLAKA -- Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Leteloko, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),  Alex Mahemba, mengamuk dan merusakkan Kantor Camat Kodi Bangedo, Senin (14/4/2014), sekitar pukul 19.30 Wita.

Mahemba memecahkan kaca jendela, memotong meja kerja sekretaris camat dan memotong pintu ruang kerja camat.  Mengawali aksinya, Mahemba yang ditemani rekannya, Yosep Rangga Boni, tiba di Kantor Camat Kodi Bangedo sambil teriak-teriak.

Keduanya emosional. Kini, keduanya diamankan di Polres Sumba Barat.
Camat Kodi Bangedo, Drs. Albertus LM Pandi, menjelaskan, saat kejadian dia tidak ada. Dia tiba di kantor camat setelah terjadi perusakan. Pandi menjelaskan, pada siang hari waktu masih jam kantor, ia meminta PPK Kodi Bangedo berkoordinasi dengan semua PPS untuk membawa kotak suara ke kantor camat.

"PPS yang sudah selesai pleno dan sedang menyelesaikan proses administrasinya, disarankan terus bekerja. Sementara kotak suara berisi surat suara dibawa duluan ke PPK untuk diamankan di kantor camat," jelas Pandi, saat ditemui Rabu (16/4/2014).

Dikatakannya, PPS Desa Leteloko sudah menyelesaikan pleno rekapitulasi penghitungan suara parpol dan caleg, namun proses administrasinya belum tuntas.
Ketika semua proses selesai, jelas Pandi, PPS Leteloko menginformasikan kepada PPK dan dijawab segera membawa peti (kotak suara) ke kantor camat.

"Ada kawan-kawan dari Leteloko (Alex Mahemba dan Yosep Rangga) tiba di kantor camat dan mengamuk. Mereka pecahkan kaca jendela depan, satu lubang. Selanjutnya masuk ruang sekcam, ada PPK di sana. Mereka potong meja kerja sekcam setelah memotong pintu ruang kerja camat.  Parangnya sampai patah," urai Pandi.

Ia menduga saat membuat keributan Alex Mahemba dalam kondisi mabuk. "Dia berteriak kenapa minta bawa peti malam-malam," ujar Pandi.

Ia mengatakan, Alex Mahemba yang merupakan adik kandung Gerson Tanggu Dedo (Wakil Ketua DPRD SBD yang kini kembali menjadi caleg dari Partai Golkar) berujar dalam bahasa Kodi yang diterjemahkan, artinya tidak jadi dewan juga tetap makan nasi daging. "PPK jawab, bukan seperti itu yang dimaksud. PPK tidak intimidasi. Tapi pelaku tetap emosi. Saat berjalan keluar, pelaku pecahkan jendela lagi," ucap Pandi.

Saat tiba di kantor camat, Pandi menenangkan pelaku, dan mengarahkan agar jika ada persoalan dibicarakan baik-baik.

Pandi pun berinisiatif melapor kepada polisi. Tidak lama berselang, tim buser turun ke tempat kejadian. "Malam itu juga, keduanya diamankan buser. Pelaku dibawa ke Polres Sumba Barat," jelas Pandi.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melapor kepada Pelaksana tugas Bupati SBD, Drs. Antonius Umbu Zaza, M.Si. "Saya diarahkan harus tindaklanjuti karena telah melakukan perusakan aset negara," kata Pandi.*

Penulis: Alfons Nedabang
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved