Pemilu 2014

Suami Isteri Bagi Uang di Lembor Selatan untuk Menangkan Caleg

Sepasang suami isteri di Nangalili Kecamatan Lembor Selatan (Lemsel), Kabupaten Manggarai Barat diduga terlibat

Suami Isteri Bagi Uang di Lembor Selatan untuk Menangkan Caleg
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servan Mamilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Sepasang suami isteri di Nangalili Kecamatan Lembor Selatan (Lemsel), Kabupaten Manggarai Barat diduga terlibat dalam pembagian uang kepada warga pada tanggal 7 April 2014 lalu atau dua hari sebelum hari pencoblosan agar memilih Caleg tertentu.

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Manggarai Barat  sudah melakukan klarifikasi terhadap masalah itu tetapi masih perlu memperdalamnya.

Dalam klarifikasi diketahui bahwa sepasang suami isteri tersebut saat melakukan aksinya menggunakan sepeda motor berjalan ke rumah warga lainnya dan yang membagikan uang adalah sang isteri.

"Salah satu saksi mengatakan, sepasang suami isteri itu datang ke rumahnya dan memberikan uang. Mereka di rumah itu menolak saat diberikan uang. Karena ditolak uang itu akhirnya diselipkan di bagian bawah piring di dalam rumah itu, sambil menitip pesan kepada pemilik rumah agar saat pencoblosan harus mencoblos nomor urut dua. Tetapi tidak dijelaskan, apakah nomor dua DPRD Kabupaten, Propinsi, Pusat ataukah DPD," kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Maximus Waris saat dikonfirmasi di kantornya, Selasa (15/4/2014) sore.

Maximus menuturkan, setelah memberi uang kepada pemilik rumah, sepasang suami isteri itu melanjutkan perjalanannya.

"Dari hasil klarifikasi terhadap sepasang suami isteri itu, mereka mengatakan bahwa pemberian uang itu tidak bermaksud untuk sogok agar pilih Caleg tertentu, tetapi karena sebelumnya keluarga di rumah itu sering meminta bantuan kepada sepasang suami isteri tersebut dalam berbagai urusan. Selain itu, diakui oleh keduanya bahwa mereka saat itu hendak pergi mengunjungi salah satu anggota keluarganya dan kebetulan melintas di depan rumah warga yang mereka berikan uang itu ," kata Maximus.

Dia menambahkan, sepasang suami isteri itu mengaku bahwa yang masuk ke dalam rumah warga untuk memberi uang adalah sang isteri, sedangkan sang suami tetap berada di atas motor di luar rumah.

Akibat keterangan yang berbeda antara saksi dan sepasang suami isteri itu, maka pihak Panwaslu kata Maximus, masih harus memperdalamnya.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved