Pemilu 2014

Gagal Jadi DPRD Lagi, Pilih Jadi Tukang

Ada sebagian calon legislatif (caleg) yang merupakan incumbent di Kabupaten Ngada bakal tidak lolos merebut kursi DPRD

Gagal Jadi DPRD Lagi,  Pilih Jadi Tukang
SERAMBI/M ANSHAR
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teny Jenahas

POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Ada sebagian calon legislatif (caleg) yang merupakan incumbent di Kabupaten Ngada bakal tidak lolos merebut kursi DPRD periode 2014-2019.  Salah satunya, Yohanes Lape, caleg DPRD Ngada dari Partai Demokrat, daerah pemilihan (dapil) tiga, yang meliputi Kecamatan Aimere, Inerie dan Jerebu'u.

Setelah diketahui gagal menjadi DPRD, Yohanes langsung memutuskan untuk mencari kerja lain, dengan kata lain banting stir. Ia akan menggelut kembali profesinya dulu sebagai tukang batu dan kayu.

Yohanes Lape yang ditemui Pos Kupang di Gedung DPRD Ngada, Selasa (15/4/2014) mengatakan, dirinya tidak lolos pada pemilu kali ini, karena suara yang diperoleh, baik suara pribadi maupun akumulasi suara caleg lain untuk parpol, tetap tidak mendapatkan kursi. Dia mengaku, hanya mendapat 800-an suara dari tiga kecamatan. Dia mengharapkan caleg lain dari partai Demokrat di dapil itu bisa menyumbang suara lebih, sehingga  mendongkrak perolehan suara Partai Demokrat agar bisa mencapai suara untuk satu kursi.

Namun spekulasi itu ternyata berbanding terbalik. Tiga caleg lain dari Demokrat di dapil tiga hanya menyubangan 100 lebih suara. Dengan demikian, akumulasi suara partai Demokrat di dapil tiga tidak mencapai satu kursi. Atas kenyataan itu, Yohanes menerima dengan lapang dada.

Meskipun tidak lolos menjadi DPRD, Yohanes tidak merasa beban, dia akan menggelut kembali profesi sebagai tukang, seperti yang ia lakukan sebelum menjadi DPRD tahun 2009 lalu.

"Kita anak petani, jadi kalau tidak lolos tidak ada rasa beban. Saya akan kembali ke profesi saya dulu sebagai tukang, baik tukang batu maupun kayu," kata Yohanes dengan senyum.

Caleg lainnya yang tidak lolos, Urbanus Nono ketika ditanya wartawan di gedung DPRD Ngada, Selasa (15/4/2014) mengatakan, dirinya menerima kekalahan pada pemilu kali ini dan ia tetap menghargai keunggulan caleg lain di dapil tiga.

Menurut Urbanus, trik atau kiat-kiat untuk memenangkan pemilu sudah dilakukan secara maksimal. Dia mulai bekerja dari akar rumput (masyarakat) dengan memberikan visi-misi yang jelas dengan masyarakat pemilih. Akan tetapi langka dan strategi yang ia sudah lakukan itu ternyata kurang mempan, sehingga banyak pemilih menjatuhkan pilihan kepada caleg lain.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved