Pileg di NTT Bermasalah
Kesalahan Rekapitulasi, Pleno di PPS Noelbaki dan Oebelo Amburadul
Rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu legislatif dan DPD di PPS Noelbaki dan PPS Oebelo berjalan sangat amburadul.
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu legislatif dan DPD di PPS Noelbaki dan PPS Oebelo berjalan sangat amburadul.
Pasalnya, hasil rekapitulasi di TPS yang carut-marut sebelumnya, memaksa anggota PPS harus membongkar data dari peti suara untuk dicocokkan lagi dengan data yang dipegang saksi, KPPS dan Panwas.
"Pangkal soal adalah anggota KPPS di tiap TPS memiliki pemahaman yang sangat dangkal soal juknis perhitungan suara dan penetapan suara. Itu karena sosialisasi dan bimbingan teknis dari KPU, PPK dan PPS sangat buruk. Saya sampe marah-marah. Apalgi kami kerja non stop lebih dari 24 jam," jelas Marthen Taneo, Ketua KPPS 09 Dusun Kuanoah, Desa Noelbaki, saat ditemui di sela-sela rapat pleno PPS di Desa Noelbaki, Jumat (11/4/2014) siang.
Taneo mengakui, hasil rekapitulasi di TPS 09 Dusun Kuanoah yang dipimpinnya, sangat buruk. Dia menjamin rekapitulasi untuk DPR RI dan DPD di TPS 09 Kuanoah bagus hasilnya. Namun untuk DPRD Provinsi dan Kabupaten, hasilnya sangat buruk.
"Pokoknya kalau rekapitulasi di tingkat PPS Noelbaki hari ini, merupakan kesempatan untuk perbaiki. Dicocokkan dengan data yang dimiliki saksi, panwas dan KPPS. Dan saya lihat semua TPS rata-rata amburadul. Jadi rapat pleno di PPS Noelbaki hari ini berjalan kacau, penyebabnya karena hasil rekapitulasi yang kacau di TPS," jelas Taneo.
Ia mengaku siap dipanggil untuk bertanggungjawab dan memperbaiki data suara amburadul.
Pantauan Pos Kupang dalam rapat pleno hasil rekapitualasi suara DPR RI untuk PDIP, khusus di TPS 01 Noelbaki, tercantum cuma 1 suara. Angka ini memantik protes keras dari Panwas, saksi dan PPS sendiri.
Panwas dan PPS mengantongi data 17 suara. Sementara yang tercantum di lampiran sertifikat cuma satu suara. Rapat pleno setuju bongkar lagi dokumen C-6 untuk melihat bukti. Ternyata di dokumen C-6 tercantum 17 suara.*