Rabu, 8 April 2026

Kapolda NTT Brigjen (Pol) Untung Yoga Ana Menangis

Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Yoga Ana meninggalkan Kampung Homibela, Kabupaten SBD, Minggu (30/3/2014), dengan mata berkaca-kaca.

Penulis: Alfons Nedabang | Editor: omdsmy_novemy_leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Untung Yoga Ana meninggalkan masyarakat di Kampung Homibela, Desa Kapaka Mandeta, Kodi, Kabupaten SBD, Minggu (30/3/2014) siang, dengan mata berkaca-kaca.

Untung Yoga menangis. Air matanya meleleh (di pipinya). Dengan wajah sembab, Untung Yoga naik mobil yang sudah siap membawanya ke Waitabula.

Saat pamitan, Untung Yoga terlihat berciuman hidung dengan seorang tokoh masyarakat. "Kapolda menangis. Dia ambil tangan (bersalaman) dan langsung cium hidung. Saya lihat air matanya mengalir," ujar Kornelius Kaka Bani, tokoh masyarakat yang berkesempatan berciuman hidung dengan Untung Yoga.

"Beliau berhati manusia betul," ucap Kaka Bani mengomentari sikap Kapolda NTT, Untung Yoga Ana.

Tangis Untung Yoga bisa dimaknai sebagai ekspresi rasa prihatinnya pada situasi SBD pascakisruh hasil pemilukada yang membawa akibat sejumlah warga meninggal serta rumah dan kantor dibakar.

Di awal pertemuan dengan masyarakat, Untung  Yoga mengatakan, kehadirannya di Kodi yang kedua kali. Pertama sekitar akhir September 2013.

Kapolda menyatakan prihatin dengan kondisi yang terjadi di SBD. "Pertemuan ini bukan kebetulan. Tapi karena kehendak Tuhan," ujar Untung Yoga.

Untung Yoga menyampaikan bahwa ia  ingin berlama-lama di SBD, namun karena mau mengikuti perayaan Nyepi di Bali sehingga harus pulang.  

"Kami masyarakat Kodi mengucapkan selamat merayakan Nyepi kepada bapak Kapolda berserta keluarga," ujar warga yang memandu pertemuan.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved