Parodi Situasi

Parodi Situasi: Pintar Goreng

Pemilu tinggal 10 hari lagi. Begitu lewat tanggal 9, rencananya toko kausnya bakal diresmikan.

Parodi Situasi: Pintar Goreng
DOK POS KUPANG
Maria Matildis Banda

Oleh Maria Matildis Banda

POS-KUPANG.COM --- Pemilu tinggal 10 hari lagi. Begitu lewat tanggal 9, rencananya toko  kausnya bakal diresmikan. Toko khusus kaus, topi, gantungan kunci berwajah caleg  pemilu plus pernak-perniknya,  ditambah spanduk, baliho, stiker gambar wajah caleg dan lain-lain. 

Dia yakin sekali tokonya pasti laris manis, sebab segalanya berharga murah, serba 100 ribu, serba 50 ribu, 20, 10, dan 5 ribu. Keuntungan berlipat ganda sebab semua isi toko datang tanpa modal.

Modalnya hanya satu, selama masa kampanye, dia jadi salah satu tokoh utama, dari satu tempat ke tempat lain, dari satu partai pindah ke partai lainnya. Kumpul kaus, stiker, topi, bahkan sudah diijinkan untuk boleh langsung turunkan baliho dan spanduk sehari setelah pemilu usai.

                              ***

"Itu namanya otakku bekerja," katanya dengan bangga. "Sambil kampanye, dapat kaus, topi, dan lain-lain plus uang ojek. Hebat kan?"

"Terus kamu sebenarnya pilih partai mana?" tanya Jaki.
"Suka-suka," jawab Rara bangga bukan main.
"Pilih caleg yang mana?"

"Suka-suka."
"Jadi semua barang ini diperoleh dari kelincahanmu keluar masuk dapur partai plus para caleg? Hebat benar kamu!"

"Hebat, makanya pakai ini," Rara meletakkan telunjuk di dahinya. "Jadilah kontestan pemilu yang cerdas dan lihai bila perlu. Secerdas dan selihai partai dan caleg jual program-programnya, engkau pun demikian. Jangan mau rugi. Mengerti?"
"Ya ya ya," jawab Jaki.

                                ***

Halaman
123
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved