Sejenak di Taman Ziarah Oebelo

Tugas Penting 12 Rasul

Taman Ziarah Yesus-Maria di Oebelo, diresmikan oleh Kardinal Stanislaw Rhylko dari Roma, Italia dalam misa syukur tanggal 25 November 2013.

Laporan wartawan pos-kupang.com, Yulianus Akoit

POS-KUPANG.COM --- Taman Ziarah Yesus-Maria di Oebelo, diresmikan oleh Kardinal Stanislaw Rhylko dari Roma, Italia dalam misa syukur tanggal 25 November 2013. Misa ini dihadiri puluhan ribu umat Katolik di Kupang. Ada juga umat Katolik dari Atambua, Kefamenanu dan SoE.

"Bayangkan saja, panitia menyiapkan 23.000 hostia, habis tanpa sisa. Bahkan ribuan umat lainnya tidak dapat menyambut hosti kudus. Tuhan Yesus saja cuma beri makan 5.000 orang," jelas Damyan Godho, dengan nada bercanda.

Damyan Godho adalah ketua Panitia Pembangunan Taman Ziarah Oebelo. Apakah usai misa syukur peresmian Taman Ziarah Oebelo yang semarak dan megah itu, semua pekerjaan sudah dianggap selesai? Apakah taman ziarah yang megah itu akan dibiarkan begitu saja?

Menanggapi soal ini, Damyan Godho, mengatakan hal itu sudah diantisipasi dengan membentuk satu Dewan Pastoral Keuskupan Agung Kupang yang bertugas di Taman Ziarah Yesus-Maria Oebelo. Dewan pastoral ini, kata Damyan, beranggotakan 12 orang. Ia menyebutnya dengan istilah 12 rasul. Ada pengusaha, ada pekerja media, ada kontraktor, ada rohaniawan dan tokoh umat lainnya.

"Dewan pastoral di Taman Ziarah Oebelo tidak punya umat. Tugasnya cuma mengatur agar kegiatan kerohanian di Taman Ziarah Oebelo dari kelompok umat manapun bisa berjalan sukses, aman, tertib dan damai," jelasnya.

Jika ada kelompok umat dari paroki lain datang berziarah membawa pastor pendamping, kata Damyan, bisa berkoordinasi dengan dua orang pastor yang ditugaskan di Taman Ziarah Oebelo. Agar jadwal bisa diatur sehingga tidak bertabrakan dengan kegiatan kerohanian dari kelompok umat lain.

Selain itu 12 rasul ini berkewajiban memperkenalkan kepada umat Katolik di mana saja tentang Taman Ziarah Oebelo. Termasuk berpikir keras bagaimana caranya menghimpun dana untuk membangun dan mengembangkan taman ziarah itu menjadi lebih bagus, lebih megah dan lebih representatif untuk semua jenis kegiatan kerohaniaan.

"Semua fasilitas yang ada di taman ziarah ini, belum lengkap. Masih butuh waktu dan biaya banyak untuk membangun dan melengkapinya. Semoga masih banyak donatur dan umat mau membantu," harap Damyan.

Fasilitas penting yang kini menjadi prioritas, yaitu sarana air bersih. Sudah ada dua sumur bor yang memenuhi kebutuhan air bersih di Taman Ziarah Oebelo, namun itu belum dirasakan cukup. Sebab nantinya akan dibangun beberapa taman dan plasa air mancur. Butuh pasokan air banyak.

Berikutnya, penerangan listrik. Meskipun sudah ada jaringan listrik, namun jumlah lampu penerangan di areal seluas 5 hektar itu masih dirasakan kurang. Aula pastoran yang ada dirasakan kurang luas untuk menampung jumlah umat dengan seabrek kegiatan kerohanian yang tidak ada putus-putusnya. Berikutnya akan dibangun penginapan untuk salah satu ordo biarawati di lokasi Taman Ziarah Oebelo.

Berikut, beberapa fasilitas dan sarana yang sudah dibangun dan akan dikembangkan dimasa akan datang pada lokasi Taman Ziarah Oebelo. Aula serbaguna, rumah susteran, rumah pastoran, plasa air mancur dan patung, jalan stasi kiri timur, jalan stasi kanan barat dan perhentian, ampiteater terbuka, panggung terbuka, kapela Kristus Naik ke Surga, toilet, rumah bina iman anak, rumah bina kitab suci, tempat kemah rohani, taman-taman, taman dan kandang domba, sumber air, kolam ikan dan pelataran parkir.

Pater Seles, CMF dan Pater John, CMF, custos yang ditugaskan di Taman Ziarah Oebelo, mengatakan siap melayani permintaan pengakuan dosa dan bimbingan rohani lainnya kepada umat yang datang berziarah. "Kami juga merencanakan membuat kegiatan jalan salib hidup di Taman Ziarah Oebelo saat Jumat Agung nanti. Sedangkan untuk misa Jumat Agung, umat bisa mengikuti misa di masing-masing kapela dan parokinya," jelas Pater Seles.

Ia juga sedang memikirkan kegiatan kerohanian apa yang paling pas untuk para peziarah saat memasuki Bulan Rosario pada bulan Mei dan Oktober 2014 ini.

"Saya juga menghimbau kepada umat dan peziarah agar jangan melupakan tata krama, menjaga kesopanan, dan tertib saat berziarah ke Taman Ziarah Yesus-Maria Oebelo. Agar kekhusyukan berdoa tidak terganggu," pinta Pater Seles.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved