Minggu, 12 April 2026

Cuaca Buruk di NTT

Pemkot Kupang Siapkan Dana Tanggap Darurat 1 Miliar

Kota Kupang masuk dalam bencana tanggap darurat akibat badai yang melanda Kota Kupang

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Alfred Dama

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Kota  Kupang masuk dalam bencana tanggap darurat akibat badai yang melanda Kota Kupang, Sabtu sampai Minggu (1-2/2/2014). Badai beberapa hari terakhir ini menyebabkan 451 kepala keluarga di Kota Kupang menjadi korban bencana.

Walikota Kupang, Jonas Salean, S.H, M.Si, yang ditemui Pos Kupang di kantornya, Senin (3/2/2014), mengatakan, ia sudah turun lapangan  memantau warga yang terkena bencana.

Jonas mengakui dampak badai di Kota Kupang  banyak atap rumah warga terangkat diterpa angin, banjir dan tembok penahan gelombang di sepanjang pantai Kota Kupang rusak berat.

Menyikapi bencana ini, demikian Jonas, Pemkot Kupang sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua tim untuk segera mengatasi dampak bencana badai angin ini, Senin (3/2/2014).

Rapat koordinasi, demikian Jonas, merekomendasikan bahwa Kota Kupang ditetapkan menjadi bencana tanggap darurat. Ini konsekuensinya, lanjut Jonas, masyarakat yang terkena musibah segera diberi bantuan.

Jonas menjelaskan, dana tanggap darurat sudah ada dalam APBD Kota Kupang Rp 1 miliar. Tetapi, pencairan dana tersebut berdasarkan aturan keuangan harus dilaporkan terlebih dahulu kepada DPRD Kota Kupang.

Ia mengatakan, dalam minggu ini akan direalisasikan membantu warga, terutama yang atap rumahnya diterpa angin sehingga mereka kembali ke rumah masing-masing.

"Saya sudah minta, dalam minggu ini warga yang terkena dampak bencana, khusus yang atap rumahnya diterpa badai harus sudah diselesaikan. Saya sampaikan agar dana ini diberikan kepada  warga kerja sama dengan LPM agar lebih cepat dikerjakan dengan sistem gotong royong," kata Jonas.

Mengenai warga yang mengungsi, Jonas mengatakan, tidak ada masalah, hanya malam hari saja karena takut gelombang pasang dan siang hari warga kembali ke rumah masing-masing.

Ditanya penanganan tembok pengaman pantai, Jonas mengatakan, jika badai berakhir akan diusulkan kepada pemerintah pusat, karena anggaran tanggap darurat dalam  APBD Kota Kupang tidak mencukupi. 

"Akan segera diusulkan dan jika tidak dilakukan tahun ini, musim hujan tahun depan pasti akan sama, terjadi bencana seperti tahun ini. Belum sampai kejadialn luar biasa. saat ini sedang inventarisir untuk dilaporkan kepada gubernur agar segera ditanggapi karena warga sangat membutuhkan bahan bangunan untuk atap rumah mereka," ujarnya.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved