Minggu, 12 April 2026

Cuaca Buruk di NTT

Banjir Rendam 394 Rumah di Kabupaten Kupang

Selama bulan Januari 2014, tercatat 394 unit rumah terendam banjir. Selain itu, 46 unit rumah hancur

Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Selama bulan Januari 2014, tercatat 394 unit rumah terendam banjir. Selain itu, 46 unit rumah hancur diterjang angin puting beliung, dua warga sempat dihanyutkan banjir namun dapat diselamatkan.

Berikutnya satu warga terluka karena tertimpa pohon dan seorang lagi terluka karena tertimpa longsoran. Dan, dua warga lainnya diterkam buaya serta dua warga lainnya rumahnya terbakar akibat arus pendek listrik.

Demikian data yang diumumkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, Jerimias Manoe. Press realease data ini diumumkan di radio dan media massa cetak, sejak Sabtu (1/2/2014).

"Meski demikian belum ada korban jiwa meninggal dunia. Cuma ada korban luka-luka," jelas Manoe.

Oleh karena itu warga diminta waspada. Jika ada kejadian luar biasa, warga diminta segera melapor ke Posko Penanggulangan Bencana (PB) di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang di Oelamasi.

"Petugas di Posko bekerja dan siaga 24 jam. Silakan melapor," tukas Manoe.
Penjelasan serupa juga disampaikan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, saat memimpin apel siaga di halaman Kantor Bupati Kupang di Oelamasi, Senin (3/2/2014) pagi.

"Alam berontak dan banjir di mana-mana karena manusia merusak lingkungan hidup. Banyak pohon ditebang tanpa ada reboisasi kembali. Karena itu saya minta program Tanam Paksa dan Paksa Tanam terus digalakkan," pinta Titu Eki dalam sambutannya.

Ia juga meminta camat, para kades dan lurah agar senantiasa memantau kejadian luar biasa di wilayahnya. Jika terjadi bencana alam, segera melapor dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Titu Eki juga menginstruksikan para kepala SKPD dan para PNS di lingkup Civic Center Oelamasi agar segera menghijaukan kompleks Civic Center dengan aneka anakan pepohonan. "Silakan menghijaukan kompleks perkantoran dengan anakan mangga, sukun, kelapa dan sebagainya. Lahan sudah dikapling sesuai jumlah SKPD. Penghijauan ini harus dilaksanakan segera dan harus berhasil," pinta Titu Eki.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved