Akreditasi di Undana
Tak Ada Air, Kebersihan Jadi Masalah di Fisip Undana
Dekan FISIP Undana Kupang, Dr. Frans Gana, M.Si, mengatakan kendala yang dihadapi selama ini menyangkut kebersihan
Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Dekan FISIP Undana Kupang, Dr. Frans Gana, M.Si, mengatakan kendala yang dihadapi selama ini menyangkut kebersihan di jurusan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Nusa Cendana (Undana) sehingga perlu pembenahan dalam pelayanan mahasiswa dan tenaga dosen. Misalnya, toilet belum dimanfaatkan karena tidak ada jaringan air dari PDAM belum masuk kampus.
Frans mengatakan, tahun 2014 ini FISIP mendapat alokasi dana Rp 2,4 miliar. Dana ini dimanfaatkan sesuai skala prioritas pembenahan akan dilakukan di fakultas ini.
Terkait akreditasi A untuk jurusan, Frans mengatakan, pengalaman waktu lalu, Jurusan Administrasi Bisnis kurang 20 nilai mencapai akreditasi A. Kelemahannya adalah SDM, di mana satu jurusan harus enam orang master (S2). Di FISIP umumnya sudah master, tetapi doktor masih kurang.
Di Jurusan Administrasi Bisnis, doktor dua orang. SOP belum lengkap, di mana ada dosen yang melakukan penelitian, pendidikan dan pengajar atau narasumber, kalau ada surat permintaan masuk harus disampaikan ke fakultas dan tidak hanya langsung kepada yang bersangkutan. Dosen harus melaporkan ke fakultas agar membuat surat perintah tugas dan ini bagian dokumentasi untuk akreditasi.
Ke depan, demikian Frans, evaluasi mutu internal (EMI) ada 87-100 lebih indikator tentang jurusan dan dosen. Dosen setiap tahun harus mengisi beban kerja dosen (BKD) 12-16. "Kalau ini tidak terpenuhi, walaupun sudah dapat tunjangan profesi, tetapi tidak masuk dalam nilai akreditasi. Tenaga kependidikan belum ditata dengan baik, karena indikator kinerja belum terukur," kata Frans.*