Salah Bonceng Bisa Celaka
JANGAN anggap sepele masalah berboncengan pada sepeda motor. Salah-salah, nyawa Anda dan boncengan Anda bisa jadi taruhan.
POS-KUPANG.COM --- JANGAN anggap sepele masalah berboncengan pada sepeda motor. Salah-salah, nyawa Anda dan boncengan Anda bisa jadi taruhan.
Apalagi jika orang yang Anda bonceng itu lebih dari satu orang dan banyak barang muatan. Jangan mengambil risiko itu. Untuk membonceng, bukan saja yang dibonceng melainkan yang membonceng alias 'pengemudi' pun harus siap sebelum melajukan kendaraannya. Berikut ini diberikan tips berboncengan yang benar:
* Beban Ekstra. Jangan memboceng orang berbobot lebih dari 120 kg pada sepeda motor bebek karena berisiko tinggi. Karena hal ini, seperti membonceng siapa pun dengan berat berapa pun, namun tidak siap.
Ingat bahwa bobot tambahan sangat berpengaruh terhadap akselerasi, kinerja rem dan suspensi. Jika Anda tak bisa 'menguasai', pastikan kinerja rem masih oke untuk menahan laju beban berlebih. Pastikan suspensi disetel untuk bobot tambahan. Pijakan kaki bagi boncengers harus ada.
* Berikan Aba-aba. Mintalah orang yang akan Anda bonceng memberi aba-aba saat hendak naik dan duduk. Anda harus atur posisi kaki yang benar agar bisa menahan beban orang yang akan naik di belakang. Minta orang itu naik dari sisi yang tidak ada knalpot atau sebelah kiri.
* Duduk Rapat. Saat membonceng, minta orang di belakang untuk duduk lebih rapat ke arah Anda dan jika memungkinkan minta dia memeluk Anda atau memegang besi pegangan di tempat duduk bagian belakang. Tubuhnya akan terdorong ke depan ketika sepeda motor direm dan tertinggal saat berakselerasi. Terlepas, hal ini menyebabkan kenyamanan menjadi berkurang. Kondisi ini lebih baik ketimbang penumpang terlempar atau justru Anda berdua yang terhempas karena kehilangan keseimbangan.
* Tubuh Ikut Berbelok. Jika kurang pengalaman, maka orang yang dibonceng pasti akan 'melawan' arah ketika belok. Saat pengemudi belok kiri, tubuhnya justru menahan ke kanan, begitu juga sebaliknya, karena dia takut jatuh. Hal ini tidak boleh terjadi karena berbahaya dan rawan oleng. Pasalnya, bobot sepeda motor tidak mengikuti arah belokan. Mintalah orang yang dibonceng untuk mengikuti kemiringan ketika Anda berbelok, dengan melihat pundak Anda sebagai patokan.
* Turun Setelah Pengemudi Siap. Sebelum sepeda motor berhenti dan kaki pengemudi siap, maka kaki orang yang dibonceng jangan dulu turun. Karena saat sepeda motor yang melaju lalu direm, bobotnya akan mengarah ke depan. Jika kaki boncenger buru-buru turun sebelum sepeda motor berhenti sempurna, keseimbangan pasti terganggu dan kemungkinan besar bisa roboh.
*Jika yang dibonceng bisa meraih tangki bahan bakar (sepeda motor sport), mintalah dia untuk memegangnya untuk menahan beban tubuhnya sendiri ketika berhenti atau melambat.
* Minta orang yang dibonceng tidak menengok ke belakang atau membuat gerakan mendadak saat sepeda motor sedang melaju.
* Jangan berbelok terlalu rebah pada kecepatan tinggi.
* Tetap menjaga jarak untuk berhenti, sesuaikan dengan beban karena pengontrolan semakin sulit.