Pilkada Nagekeo

5.576 Pemilih di Kecamatan Aesesa Tidak Gunakan Hak Pilih

Tingkat Partisipasi masyarakat Nagekeo menggunakan hak pilihnya ternyata masih juga rendah sekalipun

5.576 Pemilih di Kecamatan Aesesa Tidak Gunakan Hak Pilih
POS KUPANG/ADHIANA AHMAD
HITUNG SUARA--Penghitungan suara hasil Pilkada Nagekeo di TPS 04, Kelurahan Mbay 1, Kecamatan Aesesa, Senin (8/7/2013).

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Tingkat Partisipasi masyarakat  Nagekeo menggunakan hak pilihnya ternyata masih juga rendah sekalipun dalam ajang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di daerah itu.

Hal itu terlihat jelas pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo 8 Juli lalu. Kecamatan Aesesa yang menjadi barometer berkembangnya demokrasi di daerah itu ternyata  menempati urutan pertama rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam dua kali pesta demokrasi tingkat regional dan local yang baru saja berlalu.

Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil Pemilukada Nagekeo  tingkat Kecamatan Aesesa, Kamis (11/7/2013), jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo 8 Juli lalu mencapai 5.576 orang dari 23.845 daftar Pemilih tetap (DPT) di kecamatan itu.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nagekeo sendiri bingung dengan sikap apatis masyarakat tersebut karena segala upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih telah dilakukan.
Salah satu penyebab rendahnya partisipasi  masyarakat dalam pemilu diduga  jenuh karena  rentetan pemilu dari tingkat local sampai tingkat regional bahkan nasional  dalam  interfal waktu yang sangat singkat.

Namun disisi lain, kekacauan data pemilih juga menjadi penyebab membengkaknya jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya. Dalam DPT ternyata ditemukan ada pemilih yang telah meninggal dunia dua sampai tiga tahun lalu masih tercatat sebagai pemilih. Juga  daftar pemilih double. Satu pemilih terdaftar di dua TPS.

Bupati  Nagekeo, Yohanes samping Aoh merupakan salah contoh pemilih yang namanya tercatat di dua TPS yaitu di TPS 02 dan TPS 09, Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa.  Namun Bupati Aoh hanya menggunakan namanya di TPS 02, dekat rumah jabatan.

Pemilih pemula juga memberi kontribusi terhadap tingginya jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih. Pasalnya, mereka terlah tercatat dalam DPT sebegai pemilih, namun pada hari pencoblosan sebagian besar sudah pergi kuliah atau melanjutkan pendidikan di daerah lain.

Kekacauan data pemilih ini menjadi perhatian serius  para saksi dari paket cabup-cawabup yang bertarung pada Pemilukada Nagekeo 8 Juli lalu.  Saksi Paket Doa (dr. Don Bosco Do-Gaspar Batubata, S.H), Marselinus Lemara memberi catatan khusus mengenai pendouble-an data pemilih dalam DPT tersebtut.
Lemara mengatakan, pendaftaran ganda pemilih bisa memicu kecurigaan dan  persepsi negatif dari para paket  terhadap penyelenggara Pemilu karena itu ke depan harus diperhatikan serius data pemilih.

Anggota Komisioner KPU Nagekeo, Maksimus Sirilus Malo yang ditemui di Kantor KPU Nagekeo, Jumat siang, mengakui adanya kekacauan data pemilu pada Pemilukada kali ini. "Kalau DP4 kita mengacu pada DPT Pilgub, mungkin tingkat eror lebih rendah. Namun  ketentuan yang berlaku tidak membolehkan dan harus dari data Dinas Kependudukan dan catatan sipil. Akibatnya, tingkat eror masih tinggi.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved