Pilkada Nagekeo

Simpatisan Lukas-Angela Gelar Ritual Adat Kutuk KPU Nagekeo

Simpatisan Paket Lukas-Angela (Mbulang Lukas-Angela), Senin (1/6/2013) mendatangi Komisi Pemilihan Umum Nagekeo.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad

POS KUPANG.COM, MBAY -- Simpatisan Paket Lukas-Angela (Mbulang Lukas-Angela), Senin (1/6/2013) mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nagekeo.

Mereka menggelar ritual adat mengutuk KPU Nagekeo yang tidak mengakomodir Lukas - Angel, mengusung peti mati dibalut kain hitam sebagai bentuk matinya nurani Anggota KPU Nagekeo dan matinya demokrasi di daerah itu.

Para simpatisan Lukas-Angela menuntut KPU Nagekeo menghentikan tahapan Pemilukada Nagekeo selama proses hukum di PTUN Kupang berlangsung.

Koordinator Lapangan aksi para simpatisan Lukas-Angela ke KPU Nagekeo, Benedikta B.C Dasilva  dalam orasinya,  menilai keputusan KPU Nagekeo tidak mengakomodir Paket  Lukas-Angel menjadi peserta Pilkada Nagekeo merupakan tindakan kesewenang-wenangan, pelanggaran hukum, dan bentuk arogansi kekuasaan terhadap rakyat.

Benedikta mengatakan, Keputusan KPU Nagekeo Nomor: 37/ kpts/ KPU-Kab-010964746/XII/ 2012 tanggal 28 Desember 2012 tentang tahapan, program dan penetapan Pemilukada Nagekeo bertentangan dengan Peraturan KPU Nomor: 9 tahun 2012.

Benedikta menilai Keputusan KPU Nagekeo Nomor: 19/ KPU-Kab-018.964746/6/2012 tanggal 7 Juni tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilu Bupati-Wakil Bupati Nagekeo tahun 2013-2018 cacat hukum karena merujuk dari hasil verifikasi dan penelitian yang tidak prosedural, tidak jujur dan adil serta melanggar pasal 63, 66, 93,94,95,96 Peraturan KPU Nomor: 9 tahun 2012.

Benedikta mengatakan, KPU Nagekeo dalam melakukan ferifikasi faktual terhadap dukungan parpol tidak prosedural sehingga hasilnya syarat manipulatif. Apalagi, kata Benedikta, hasil verifikasi tidak pernah dibuat dalam bentuk berita acara dan disampaikan kepada gabungan partai pengusung paket Lukas-Angel.

Para simpatisan Lukas-Angel mengungkapkan, Lukas-Angel saat ini sedang berjuang melawan KPU Nagekeo melalui PTUN Kupang. Karena itu, mereka meminta KPU Nagekeo menghentikan seluruh proses dan tahapan Pilkada Nagekeo sampai ada keputusan hukum tetap dari PTUN Kupang.

Sementara Anggota Komisioner DPRD Nagekeo, Paulina Mathilde Dhae yang dikonfirmasi terkait aksi simpatisan Lukas-Angel, mengatakan, KPU menghargai aspirasi dari semua elemen masyarakat baik dalam bentuk kritik maupun saran . Namun karena sengketa Pemilukada dengan Lukas-Angel telah masuk ke rana hukum ia meminta semua pihak menghargai proses hukum yang sedang berlangsung.*

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved