Pemilihan Gubernur NTT
Keuskupan Agung Kupang: Pendidikan Politik Kalah
Sekertaris Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka, Pr, mengatakan, keputusan politik masyarakat Nusa Tenggara Timur
"Fakta, faktor perasaan agama masih kuat mau menunjukkan bahwa pendidikan politik tidak berjalan atau kurang berjalan. Apalagi kita lihat masyarakat kita sampai pada tingkat peradaban teknologi tinggi dan bukan karena faktor peradaan secara alamiah. Faktor teknologi ini yang sebenarnya membuat orang melihat bahwa perasaan agama suatu perasaan tradisional yang sangat kuat," kata Romo Gerardus di Kampus Sekolah Tinggi Pastoral (Stipas) Kupang, Sabtu (8/6/2013).
Romo Gerardus membenarkan kajian dari Sosiolog, Robert Mirsel, SVD, bahwa keputusan masyarakat NTT untuk menentukan pilihan politiknya masih atas pertimbangan tradisional berdasarkan agama dan atau etnik.
Menurut Romo Gerardus, perasaan akan adanya kesamaan agama yang kemudian berpengaruh pada keputusan memilih pemimpin politik ternyata lebih menyatukan ketimbang perasaan kesamaan etnik, sosial dan lainnya. "
Tetapi dalam kerangka pendidikan politik, indikator ini sebenarnya tidak memberikan suatu ruang pendidikan politik yang baik bagi masyarakat," ujarnya.
Walaupun ada juga orang memilih karena emosional partai politik, demikian Romo Gerardus, tetapi indikasi yang muncul saat ini bahwa kemenangan pada basis agama masih sangat kuat.
"Saya meyakini itu masih sangat kuat untuk tahun-tahun ke depan. Tetapi sebenarnya hal ini sudah terjadi sejak mungkin NTT ini menjadi sebuah propinsi interaksi antara manusia seperti itu sampai pada kehidupan politik juga masih sangat didominasi oleh perasaan keagamaan," katanya.
Menurut dia, faktor agama masih akan terus bertahan bukan saja dalam pilkada, tetapi di semua lini kehidupan. Selain partai politik, lanjutnya, semua elemen juga secara sosial bertanggung jawab memberikan pendidikan politik yang baik.
"Orang baru bersatu ketika terjadi sebuah penderitaan sosial. Orang akan berpikir tentang nilai-nilai universal," kata Romo Gerardus.
Pendidikan politik di NTT, demikian Romo Gerardus, sudah berjalan namun masih kalah dengan pendekatan agama. Karena itu, tegas Romo Gerardus, yang mesti dilakukan ke depan adalah pendidikan politik dan penghayatan tentang kesadaran beragama harus mendorong kepada kesejahteraan rakyat. (roy)