Pemilihan Gubernur NTT
Esthon: Kami Belum Kalah
Atas loyalitas, kesetiaan, dukungan, bantuan baik material maupun non material, saya, Pak Paul, keluarga besar partai pendukung
Demikian disampaikan Calon Gubernur NTT, Ir. Esthon Leyloh Foenay, M.Si, kepada ribuan massa pendukungnya di Esthon-Paul Center di Kompleks Sonaf Pola, Oepura, Kota Kupang, Sabtu (1/6/2013). Esthon yang didampingi Paul Talo tampak terus mengumbar senyum kepada massa pendukung yang datang menemuinya usai mengikuti pleno di KPU Propinsi NTT.
Hadir saat itu beberapa tokoh masyarakat seperti Prof. Dr. Alo Liliweri, Simon Hayon, Gaspar Parang Ehok, Raymundus Lema, Frans Sarong, Frans Skera, Ruben Funay, Ali Antonius, Kolan Foenay, Gabriel Beri Binna, Max Ebu Toh, dan Farry Francis.
Ditanya tentang perasaan hatinya terkait proses pleno di KPU Propinsi NTT, Esthon mengaku biasa-biasa saja. Esthon mengatakan, dirinya bersama Paul Talo dan tim serta keluarga sudah siap menghadapi proses Pilgub NTT ini. "Kami siap untuk menang dan juga siap kalah. Proses belum selesai, sehingga kami tetap seperti biasa," tegas Esthon.
Esthon mengatakan, timnya belum merasa kalah. Untuk itu, dia berharap seluruh masyarakat simpatisan dan pendukung mendoakan tim Esthon-Paul yang masih akan melanjutkan proses politik ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). "Kami masih percaya akan menang. Proses ini akan dilanjutkan ke MK. Pasti ada kemenangan. Kebenaran, keadilan dan kemenangan pasti akan datang. Saya percaya ini karena rumusan terkait bukti dan saksi sangat lengkap," tandasEsthon.
Terkait proses di MK, Esthon mengatakan, semua sudah diurus tim pemenangan dan kuasa hukum. Untuk itu, Esthon berharap masyarakat menjaga kondisi di daerah masing- masing agar tetap tenang dan aman.
"Jaga suasana yang harmonis, penuh persahabatan dan kekerabatan di kampung masing- masing. Saya dan tim advokasi hukum akan ke Jakarta untuk proses di MK. Doakan agar kami berhasil," kata Esthon.
Calon Wakil Gubernur NTT, Paul Talo mengatakan, ia merasa terharu sambutan dan dukungan masyarakat. "Saya menitikkan air mata ketika kami ke luar dari KPU NTT. Masyarakat ada yang menangis ketika mendengar pengumuman KPU. Itu ke luar dari hati yang tulus. Mereka benar-benar mencintai paket Esthon-Paul. Itu merupakan kekuatan besar bagi kami untuk memperjuangkan kebenaran, keadilan dan kejujuran," kata Paul.
Paul berharap masyarakat memercayakan proses ini kepada tim yang akan bekerja dengan profesional. "Dalam Tuhan pasti ada kemenangan. Saya harap masyarakat tetap menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing," ujarnya. (eko)