Pemilihan Gubernur NTT
Melki Lakelena: Hari Ini Babak Semifinal
Cagub NTT Melkiades Laka Lena, mengatakan, pleno hasil Pilgub NTT yang digelar KPU NTT Rabu (27/3/2013), masih babak semifinal.
"Peristiwa pleno di KPU NTT besok (hari ini, Rabu 27/3/2013, Red) bukan yang terakhir. Ini masih babak semifinal. Apa pun hasil dalam pleno itu, bukan merupakan hasil akhir, sebab ini belum final."
Melki mengemukakan hal ini dalam jumpa pers di Gedung DPD I Golkar NTT, Selasa (26/3/2013) petang. Saat itu, ia didampingi beberapa pejabat teras DPD Partai Golkar NTT, di antaranya, Anwar Pua Geno (anggota DPRD NTT), Muhammad Ansor, dan Lorens Leba Tukan. Hadir pula Nani Bethan, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Flores Timur (Flotim).
Dikatakannya, pleno hasil Pilgub NTT di tingkat kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur, memang sudah berakhir. Dan, perhitungan hasil pilgub tersebut, kini beralih ke KPU Propinsi NTT.
Meski dengan pleno ini berarti Pilgub NTT sudah masuk pada babak akhir, tetapi apa yang dihasilkan nanti, sesungguhnya belum final. Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi dalam pleno tersebut. Hasil pleno itu, katanya, bisa saja tidak diterima oleh pasangan calon yang maju dalam kompetisi politik yang terjadi di daerah ini.
"Bisa saja paket lain, termasuk Paket Tunas tidak terima dengan hasil perhitungan nanti. Ini sangat mungkin terjadi," kata Melki.
Dia mengungkapkan, Paket Tunas telah memegang data perolehan hasil suara pilgub yang dihimpun oleh Tim Tunas dari pleno KPU tingkat kabupaten/kota se-NTT.
Dari data tersebut, lanjutnya, dapat diperoleh gambaran umum, seperti apa hasil pleno di tingkat propinsi, (lihat tabel) yang sesuai jadwal akan diselenggarakan KPU Propinsi NTT hari ini, Rabu (27/3/2013).
Dari data yang dikantongi, katanya, Paket Tunas yang diusung Partai Golkar, meraih suara signifikan. Hanya terpaut 1.765 suara dari Pasangan Esthon Foenay-Paul Talo atau cuma 0,0772 persen, minus dua TPS yang melangsungkan pilgub ulang yakni di Camplong (Kabupaten Kupang dan Waingapu (Kabupaten Sumba Timur).
"Data ini pun masih bisa berubah, sebab ada dua TPS yang menggelar pilgub ulang, yakni di Camplong dan Waingapu. Jadi, jangan sampai ada yang berpikir bahwa pleno di KPU NTT hari ini, merupakan tahap terakhir. Bukan. Pleno itu bukan akhir dari kompetisi pilgub NTT ini," tandasnya.
Dia menyebutkan, melalui pleno KPU NTT hari ini, jangan ada pihak yang merasa telah menang. Jangan pula ada pihak yang menggiring opini bahwa pleno itu merupakan babak akhir dari pilgub ini.
"Bahwa menang kalah itu sebuah proses politik, tetapi ini harus dilalui dengan baik dan mendidik semua pihak, entah KPUD, panwaslu, pasangan calon dan tim pendukung. Ini sebagai pendidikan politik kepada masyarakat. Apakah nanti satu putaran atau dua putaran, semuanya masih dalam proses. Apakah nanti, Paket Esthon-Paul atau Paket Tunas yang maju di putaran kedua, semua masih bisa terjadi," ujarnya.
Ia juga menyebutkan, data yang direkam tim lapangan Paket Tunas, bukan hanya hasil perolehan suara, tetapi juga data mengenai tingkat partisipasi masyarakat, dan peta kemenangan setiap pasangan.
Pasangan Esthon-Paul menang di lima kabupaten, Paket Tunas menang di tiga kabupaten, Paket Cristal unggul di tiga kabupaten, Paket Frenly menang di 10 kabupaten dan pasangan BKH - Nope tidak menang di satu kabupaten pun.
Bahkan, Paket Frenly yang mengantongi suara terbanyak, belum genap meraih 30 persen. Frenly masih butuh 4.742 suara lagi untuk meraih 30 persen tersebut.
"Ini sesuai data yang ada pada kami, Paket Tunas. Dari data ini bisa dipastikan pilgub NTT ini dua putaran. Sekali lagi, pilgub NTT ini dua putaran," ujar Melki.