Pemilihan Gubernur NTT

Tunas Yakin Dua Putaran

PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur dari Paket Tunas menyakini Pilgub NTT dua putaran.

POS-KUPANG.COM --- PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur dari Paket Tunas menyakini Pilgub NTT dua putaran. Pasalnya, dari data yang dihimpun Tunas Center melalui Quick Real Count, belum ada pasangan calon yang memperoleh suara di atas 30 persen.

Hal ini disampaikan Calon Wakil Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, ketika menggelar jumpa pers di Gedung Golkar NTT, Rabu (20/3/2013) malam.  

Dikatakannya, berdasarkan data yang masuk sekitar 71,41 persen, Paket Esthon-Paul meraih 24,39 persen, Paket Tunas 26,23 persen, Paket CristAL 12,39 persen, Paket Frenly 27,63 persen dan BKH-Nope 9,36 persen.

"Ini data terbaru kami yang ter-update pada pukul 20.50 wita. Data kita menunjukkan bahwa belum ada pasangan yang mencapai 30 persen. Karena itu kita yakin pilgub dua putaran," kata Melki yang saat itu didampingi tim pemenangannya.

Dijelaskannya, hasil penghitungan yang dilakukan Tunas Center, Paket Frenly dominan di 10 kabupaten, Tunas empat kabupaten, Esthon-Paul empat kabupaten dan Cristal tiga kabupaten.

"Quick real count kita sudah menggambarkan peta kekuatan dari setiap calon dengan proyeksi tingkat partisipasi pemilih 72,45 persen. Meski Tunas dominan di empat kabupaten, namun di kabupaten lainnya, Tunas berada pada peringkat dua atau tiga," katanya.

Dengan adanya hasil penghitungan ini, demikian Melki, tim yang sedang bekerja di lapangan dan masyarakat pendukung agar tetap menahan diri sambil terus mengawal proses yang sedang berjalan di tingkat PPS ke PPK.

"Ini data riil yang kami rekam. Data yang masuk dari teman-teman di lapangan itu yang kami rekam. Yang perlu kita pertimbangkan, jangan sampai karena banyaknya yang tidak memilih lalu dibelokkan menjadi angka pemilih. Karena dari angka yang kami peroleh, kami yakin dua putaran. Kami sudah konfirmmasi dengan paket-paket  lain dan mereka mempunyai pendapat yang sama yakni dua putaran," katanya.

Melki juga menyinggung data KPU NTT hasil perhitungan yang telah ditutup pada Rabu (20/3/2013) siang.  Menurutnya, data yang ditampilkan KPU itu telah membentuk opini bahwa ada paket tertentu yang telah menang, padahal data masih berfluktuasi. 

"Kami ingin tegaskan bahwa kami menghargai kerja keras KPU dan pihak terkait lainnya, namun angka itu masih terus berfluktuasi. Sehingga kami masih tetap menunggu hingga hasil pleno KPU tanggal 27 Maret mendatang," katanya.

Menurut Melki, dengan perolehan suara sementara ini, Paket Tunas masih memiliki harapan untuk menang karena daerah yang menjadi basis Tunas datanya belum masuk.

Tentang bukti adanya dugaan pelanggaran, Melki mengaku saat ini timnya sedang bekerja mengumpulkan data di lapangan dan pada saatnya nanti akan disampaikan dan diambil langkah tegas.

"Data KPU jelas meresahkan baik pasangan calon maupun masyarakat pendukung. Karena itu harus dijaga ketat jangan sampai data ini sudah membentuk opini lalu dilakukan penyesuaian agar datanya berdasarkan opini yang terbentuk," tegasnya.

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved