Kampanye Pilgub NTT
Wiranto: Saya Datang untuk Kemenangan Frenly
Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto menyatakan, ia bersama seluruh jajaran partainya datang ke Kupang
"Mengapa saya datang ke sini? Saya datang untuk mendukung pemimpin yang tepat. Saya melihat pemimpin yang tepat itu ada pada diri Frans Lebu Raya. Saya menginstruksikan kader partai di seluruh NTT bekerja memenangkan Pak Frans dan Pak Benny. Dalam diri Pak Frans tercermin pemimpin yang kuat dan baik untuk rakyat NTT. Pak Frans punya pengalaman. Pak Frans itu guru, pendidik dan politisi yang rendah hati, jujur dan penuh perhatian kepada masyarakat," kata Wiranto saat kampanye paket Frenly di GOR Oepoi, Sabtu (9/3/2013).
Wiranto mengatakan, ia selama 30 tahun berpengalaman melihat dan membaca kepribadian seseorang pada wajah. Dan, wajahnya Frenly bukan wajah yang jahat, menyakiti orang, Frenly berwajah belas kasih, tidak mementingkan diri sendiri. Frenly cocok menjadi pemimpin, bukan penguasa. Pemimpin itu selalu bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
Menurut Wiranto, Frenly punya otak dan hati. Program Anggur Merah itu mencerminkan ketulusan hati lalu diolah oleh otak seorang pemimpin. Itu dimiliki Frans Lebu Raya dan Benny Litelnoni.
"Saya melihat Anggur Merah itu lahir dari hati yang terdalam untuk kesejahteraan rakyat. Dan, saya minta anggota Partai hanura yang duduk di kursi DPRD NTT untuk memberikan dukungan penuh melalui APBD.
Wiranto melihat Anggur Merah merupakan program yang benar-benar mengefektifkan uang rakyat untuk kesejahteraan rakyat. Ia mengatakan, keputusannya datang ke NTT dan kampanye untuk Frenly karena panggilan hati nuraninya untuk mendukung Frenly.
"Saya datang kemari karena panggilan hati untuk mendukung sahabat saya Frenly. Karena NTT sangat strategis, maka kita tidak boleh main-main dalam memilih pemimpin. Saya melihat Pak Frans-Pak Beny bukan wajah orang jahat, bukan wajah yang sudah menyakiti hati rakyat, bukan wajah pengkhianat, tetapi wajah yang welas asih," ujarnya.
Menurut dia, Frenly adalah pasangan yang tepat untuk memimpin NTT lima tahun ke depan. Apalagi keduanya sama-sama memiliki segudang pengalaman dalam memimpin.
"Pak Frans dan Pak Beny adalah orang yang tepat. Jika NTT ini ibarat bis, maka kita sudah punya sopir yang baik, sopir yang punya pengalaman. Dan, yang lari dari Frenly adalah pengkhianat," katanya disambut aplaus ribuan massa yang memadati GOR Oepoi.
Tampil di depan ribuan massa, jenderal purnawirawan ini bukan saja kampanye, tetapi piawai bernyanyi, berpantun dan bercerita. "Ikhlas, jujur dan menyenangkan semua orang, itu harus jadi watak seorang pemimpin ," tandasnya.
Kampanye rapat umum yang rencananya dimulai pukul 14.00 Wita dan dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, ternyata baru dimulai sekitar pukul 15.00 Wita dan Megawati tidak hadir. Yang hadir Ketua DPP PDI Perjuangan, Marurar Sirait, Andreas Parera, Rieke Diah Pitaloka, Ribka Ciptaningsih. Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto dan jajaran DPP Hanura, yaitu Saleh Husin, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, jajaran DPD Partai pendukung Paket Frenly, yakni PKB, PPP, PKS, Hanura dan PDI Perjuangan.
Mereka disambut tarian perang, Hedung dari Adonara, dan tarian dari Rote. Acara kampanye ini diselip juga penyerahan surat hibah tanah dari Kevetoran Mambait kepada DPP PDI Perjuangan untuk membangun rumah sakit tanpa kelas, Mega Gotong Royong di Desa Oesusu, Kecamatan Takarai, Kabupaten Kupang.(gem/roy)