Kampanye Pilgub NTT
Hanya BKH-Nope Punya Jaringan
Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTT, Beny Kabur Harman dan Wellem Nope (Paket BKH-Nope), siap menuntaskan lima masalah utama
"Jika kami terpilih, siap mengatasi lima masalah utama masyarakat NTT. Masalah kemiskinan, masih menjadi persoalan utama. Pendapatan perkapita masih jauh di bawah propinsi lain. Tingginya tingkat kematian ibu hamil dan balita. Rendahnya mutu pendidikan dan tingkat ketergantungan terhadap pemerintah pusat sangat tinggi. NTT dikenal karena pembangunan infrastruktur yang masih tertinggal dan masyarakat belum menikmati air bersih, serta penerangan seperti masyarakat di propinsi lain di Indonesia," kata Beny Kabur Harman (BKH) di hadapan massa pendukungnya saat kampanye dialogis di Kelurahan Nonohonis, Kecamatan Kota SoE, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Jumat (8/3/2013).
Beny mengajak masyarakat TTS memilih Paket BKH-Nope yang karena siap membangun seluruh jalan propinsi di wilayah NTT selama dua tahun anggaran untuk mempercepat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di NTT, termasuk TTS. "Kami akan meningkatkan status jalan desa dan kabupaten agar bisa diaspal demi kepentingan masyarakat," ujarnya.
Beny mengatakan, hanya BKH yang memiliki jaringan dengan pemerintah pusat dan pimpinan pusat, serta pihak swasta untuk mendukung pembangunan di NTT lima tahun ke depan.
Bersama Wellem Nope dan juru kampanye Stanis Tefa dan Ampera Seke Selan, Beny Harman mengatakan, ia didukung penuh oleh Presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk kembali membangun NTT yang lebih baik.
Untuk itu, lanjut Beny, jika terpilih, BKH-Nope siap melanjutkan 100 persen program kerja SBY yang prorakyat. Di antaranya, Jamkesmas, PNPM, dana BOS dan lainnya untuk mensejahterakan masyarakat NTT, termasuk TTS. "Hanya BKH-Nope yang memiliki jaringan di pusat. Pililah kami untuk membangun dan mengelurkan NTT dari keterbelakangan," tegas Beny.
Memiliki jaringan dengan pusat, Beny optimistis mendapat kemudahan dana untuk mewujudkan berbagai program yang dicanangkannya bersama Wellem Nope.
Di hadapan pendukungnya, Beny menjelaskan mengapa memilih calon Wakil Gubernur, Wellem Nope. "Saya memutuskan memilih Willem Nope sebagai calon Wakil Gubernur melalui pergumulan. Wellem sebagai representasi masyarakat Timor yang puluhan tahun tidak diperhatikan. Paket BKH-Nope datang tidak membawa janji. Kami datang membawa solusi bagi masyarakat NTT," kata Beny.
Beny mengatakan, BKH-Nope akan menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan dengan program pemberdayaan yang akan dialokasikan dana Rp 500 juta per desa/tahun.
Demikian juga Wellem Nope, sebagai calon Wakil Gubernur siap bekerja sama mendukung BKH untuk membuat perubahan di NTT. "BKH adalah anggota DPR RI, dia punya kemampuan untuk membangun NTT melalui jaringannya di pusat. Dia seorang politisi yang memiliki segudang pengalaman dan pengetahuan hingga mampu membuat kartu solusi bagi masyarakat yang mendukungnya. Jika bapak, mama pegang kartu solusi itu, banyak kemudahan yang diperoleh, bisa mendapatkan bantuan hukum secara cuma-cuma, pengurusan sertifikat tanah dan penjamin tranportasi bagi mahasiswa," kata Wellem Nope.
Kepada massa pendukungnya, Wellem menegaskan, sebagai orang birokrasi pihaknya sangat paham tentang pemerintahan dan siap mendukun Beny dalam berbagai program dan kebijakan untuk mewujudkan pembangunan di NTT. (mas)