Kampanye Pilgub NTT
Beni Harman Menangis di Ruteng
Calon Gubernur NTT, Dr. Beny Kabur Harman, menangis di depan ribuan masyarakat saat mendengarkan lagu Kole Beo (Pulang Kampung).
Lagu itu dilantunkan saat kampanye Paket BKH-Nope di wilayah Kabupaten Manggarai.
Lagu Kole Beo ini mengisahkan tentang seorang anak Manggarai yang sudah lama merantau ke daerah lain. Setelah lama meninggalkan Manggarai, anak tersebut kembali dengan memberitahukan kepada bapa, mama dan keluarganya bahwa dia telah kembali ke Manggarai.
Ketika lagu itu dinyanyikan secara bersama-sama oleh tim kampanye BKH-Nope, Beny Harman yang didamping istrinya, dr. Erna, meneteskan air mata. Dia tidak mau mengusap air matanya kendati seorang ibu menyodorkan tisu.
Beny hanya meremas tisu tersebut. "Pa Beny menangis mendengar laku Kole Beo," teriak MC, Ocha, yang terdengar melalui pengeras suara. Paket BKH-Nope kampanye terbuka di Lapangan Motang Rua, Kota Ruteng, Senin (4/3/2013). Kampanye dihadiri sekitar 20 ribu massa dari tiga kabupaten, yaitu Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
"Massa yang hadir diperkirakan 20 ribu orang. Kampanye ini dihadiri massa pendukung BKH-Nope dari Kecamatan Kuwus dan Ndoso (Manggarai Barat), 11 kecamatan di Kabupaten Manggarai. Kecamatan Poco Ranaka, Lamba Leda, Elar dan Sambi Rampas di Kabupaten Manggarai Timur," kata Ketua Tim Pemenangan Paket BKH-Nope, Willy Kengkeng, didamping Apri Kulas, di Ruteng, Senin (4/3/2013).
Dalam orasinya, Beny Kabur Harman menegaskan komitmennya jika terpilih menjadi Gubernur NTT 2013- 2018 untuk membangun desa dengan mengucurkan dana sebesar Rp 500 juta/desa.
"Kalau ada yang bilang program saya ini bohong, itu karena orang itu tidak tahu jalannya. Saya tahu jalan untuk mendapatkan dananya," kata Beny.
Beny juga berjanji untuk membangun puskesmas di kecamatan dan meningkatkannya menjadi puskesmas rawat inap. Juga membangun Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatih pemuda-pemuda sehingga dapat berwirausaha.
Beny menyentil kehadiran Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Ruteng pada Oktober 2012 lalu. Kehadiran SBY itu, lanjut Beny, karena perjuangannya dan secara tidak langsung mau mendeklarasikan dirinya untuk maju menjadi calon Gubernur NTT lima tahun ke depan.
"Jika BKH-Nope terpilih, Presiden SBY akan membantu secara penuh Propinsi NTT," ujar Beny.
Kampanye BKH-Nope dihadiri Calon Wakil Gubernur NTT, Willem Nope dan istri. Juga dua orang jurkam nasional dari Partai Demokrat, Dr. Mohammad Jafar Hafsah, Dr. Ir. Nurita Sinaga. Dari Kupang tampil Rikardus Wawo, S.S, M.A, Feliks Pullu dan Drs. Frans Kape. Jurkam di Ruteng, Paulus Gagu dan David Sutarto.
Kami Ingin Perubahan
KAMPANYE BKH-Nope di Ruteng sudah mulai terasa sejak malam hingga pagi. Kendaraan roda empat yang telah dipasang sound system hilir mudik di Ruteng sejak malam sebelumnya. Jingle-jingle BKH-Nope terus berkumandang.
Pagi kemarin, semakin terasa getaran kampanye BKH-Nope karena sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat dengan penumpang yang berdiri di atas kap kendaraan berseliweran di Kota Ruteng.
Kendaraan-kendaraan tersebut dilengkapi stiker dan pamflet BKH-Nope. Hilir mudik kendaraan yang disahuti kendaraan yang mengumandangkan jingle BKH-Nope terus berkeliling Kota Ruteng. Puncaknya sekitar pukul 14.00 Wita kendaraan dan massa mulai memadati Lapangan Motang Rua Ruteng.
"Saya hadir di tempat kampaye BKH- Nope karena memang saya mengharapkan terjadinya perubahan di Propinsi NTT ini," ujar Frans Tagar, tukang ojek dari Kelurahan Redong. Menurutnya, mungkin dengan terpilihnya BKH-Nope memimpin NTT lima tahun mendatang, rakyat kecil seperti dirinya dapat mendapatkan peningkatan taraf hidup.