Rabu, 10 Juni 2026

Surga Terpendam

NADYA, si Manja masih tak mau mengikuti live in yang diadakan pihak sekolah yang berlangsung selama seminggu sebelum akhirnya

Tayang:
Editor: Alfred Dama

Nadya sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia sungguh tak percaya. Padahal di rumahnya, Nadya tak pernah berdoa, apalagi bersyukur dengan apa yang telah ia miliki. Ia justru selalu merasa kurang dan selalu menuntut. Baginya, ucapan syukur hanya pantas diucapkan di saat-saat bahagia dan mendapat sesuatu yang istimewa. Itu pun kalau ingat! Mendengar kata-kata Pak Paul membuat Nadya yang sejak awak masih enggan makan, kini menjadi lahap menghabiskan sisa jagung miliknya. Ia tak mau lagi membuang-buang makanan seperti yang biasa ia lakukan di rumahnya, apalagi setelah ia merasakan sendiri betapa sulitnya mencari makan. Tidak semudah menggesek kartu kredit pada mesin ATM dan menghabiskan uang untuk berbelanja di mall. Padahal banyak orang yang tidak mendapat makan.

Di rumahnya Nadya selalu bingung dengan apa yang hendak ia makan karena semuanya telah tersedia, sedang orang lain pada saat yang sama justru langsung dengan apa yang hendak mereka makan karena tidak ada pilihan lain.
Pengalamannya hari itu sungguh telah mengubah cara hidup Nadya. Sisa waktu live in-nya ia gunakan dengan sebaik mungkin.

Nadya merasa seperti tinggal di dunia yang beda. Dunia yang indah dan penuh kedamaian. Tempat yang disangkanya neraka, ternyata adalah surga yang terpendam. Karena itu, ia berjanji akan membuat surganya sendiri di rumahnya. Ia tak ingin lagi merusak alam. Tak akan nada lagi Nadya yang manja dan selalu menuntut tanpa rasa puas. Justru ia akan berusaha untuk menjadi dewasa dan mandiri, dan yang terpenting adalah belajar untuk selalu bersyukur.

Live in sungguh telah mengubah hidupnya sehingga tak heran, jika sehabis kegiatan itu, banyak yang mempersoalkan masalah ini. Mulai dari orang terdekat sampai  yang terjauh. Tua-muda, kawan-kawan pun tidak ketinggalan, apalagi peri-peri gosip di sekitar rumahnya. Nadya telah menemukan surga yang sesungguhnya di dunia.
Terima kasih Tuhan atas cinta-Mu untukku. Terima kasih untuk segalanya. Aku takkan lagi menyia-nyiakan cinta-Mu. Terima kasih live in. Demikian tulis Nadya dalam buku hariannya. *

* Lili, 14 Februari 2012.
* Cerpenis adalah mahasiswi Akbid Poltekes

 
-----------------------------------------------------------------------------
Dalam Box
Pengiriman puisi dan cerpen untuk dimuat pada halaman Imajinasi Pos Kupang melalui alamat  email ini: imajinasiruang@ymail.com
------------------------------------------------------------------------------

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved