Selasa, 9 Juni 2026

Setelah 10 Tahun, Pembuhan dan Aborsi Terungkap

Kasus pembunuhan terhadap Merry Grace alias Yosephine Keredok Payong tahun 2002, baru terungkap pertengahan Januari 2013

Tayang:
Editor: Alfred Dama

Akhir tahun 2012 hasil upacara adat yang disebut bau lolon itu menunjukkan, Merry sudah meninggal. Orangtua Merry kemudian melapor ke polisi di Maumere.

Penggalian pun dilakukan atas petunjuk Sfi pada 27 Januari 2013. Sfi tahu mengenai pembunuhan dan tempat penguburannya karena Herder berulang kali membawanya berdoa di tempat tersebut. Sesuai kesaksian Sfi, saat berdoa di taman bunga itu Herder menyampaikan permohonan maaf berulang kali kepada Merry dan bayinya.

Andai saja, Herder menikahi Sfi, kasus pembunuhan ini mungkin tidak akan terungkap. Sfi melaporkan kasus ini ke semua pihak, termasuk keluarga Merry karena merasa dikhianati Herder.

Makam digali
Penggalian makam pun dilakukan pada hari Minggu 27 Januari 2013. Di tempat itu ditemukan perlak (plastik), rambut, tulang belulang, gigi, dan cincin milik Merry. Kawat yang dipasang pada gigi Mery oleh seorang perawat gigi di Lela masih tampak utuh, cincin emas milik korban dengan tulisan "MG" masih ada.

Sekarang, orangtua korban saat ini sudah berada di Maumere. Sedangkan tes DNA sedang dilakukan di Denpasar, namun sejumlah alat bukti sudah mengarah pada pelakunya, Herder.

"Kami sudah tetapkan Herman Jumat Masan alias Herder sebagai tersangka. Alat bukti sudah kuat. Dia sudah mengakui perbuatannya," kata Kasat Reskrim Polres Sika AKP Achmad.*

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved