Aceng atau Ahok
AAT disuruh pilih Aceng atau Ahok, langsung jawab tanpa pikir, "enak jadi Aceng lah!" Seperti kata Julia Suryakusuma, fenomena Aceng
"Ya, tinggal pilih saja!" sambung Benza.
"Sumpah, aku pilih Aceng eh maksudku Ahok!" Jaki gelagapan.
"Sumpah, aku pilih Ahok eh Aceng eh Ahok eh maksudku Aaaaaaa hhccok ceeeeeeg," Rara lebih gelagapan lagi.
"Sudahlah Nona Mia, buat apa pikirin Jaki Rara, soal pilihan mereka. Biar saja. Setiap orang pasti bisa menilai dirinya sendiri bukan? Tidak perlu kamu pikir susah begitu sampai wajah cantikmu jadi empat lima begitu. Dahi mengkerut, bibir mengkerut, bengkok!" Benza berusaha menghibur Nona Mia.
***
"Benar kata Julia Suryakusuma. Fenomena Aceng - Fani Oktora itu fenomena gunung es. Ada banyak kasus pelecehan seksual, perendahan martabat perempuan dengan berbagai wajah di hadapan kita. Komentar Jaki dan Rara itu menyakitkan, namun kupikir ada benarnya juga. Tidak sedikit perempuan yang merendahkan dirinya sendiri. Terlalu lemah, terlalu pasrah, rela dikhianati. Pelajaran berharga bagiku untuk menghargai diriku sendiri."
"Kamu masih pacaran dengan Rara? Mau terima lamarannya?" tanya Benza.
"Melihat dan mendengar betapa gelagapan si Rara, maaf saja ya!"
"Nona Miaaaaa, aku pilih Ahok, Ahok, sumpah, aku berani sumpah!" teriak Rara dari jauh dan Jaki mengekor Rara sambil ikut berlari dan rem mendadak di depan Nona Mia dan Benza.
"Makan itu sumpah!" Nona Mia langsung melangkah pergi dan anti toleh ke belakang.*