Imaculata Selalu Berpikir Positif
Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus siap ditempatkan di mana saja di wilayah Indonesia. Menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
KUPANG.COM --- Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus siap ditempatkan di mana saja di wilayah Indonesia. Menjalankan tugas dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab.
Kebanyakan orang, jika dimutasi meskipun dalam wilayah kabupaten, melakukan protes, bahkan berpikir negatif terhadap pimpinan. Imaculata Go Waha, S.E justru berpikir sebaliknya.
Bagi Ima, begitu akrab disapa, menilai mutasi sebagai kesempatan untuk belajar.
Ditemui Pos-Kupang.Com di Kantor Dinas Kependudukan Kabupaten Ngada, Rabu (5/12/2012), Ima begitu ramah.
Tutur katanya lugas dan selalu menyapa setiap tamu yang mendatangi kantor itu. Memang, tutur Ima, Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana merupakan salah satu dinas yang setiap hari berurusan dengan masyarakat banyak, khususnya dalam hal pengurusan dokumen kependudukan.
Perempuan yang menjadi sekretaris camat pertama di Kabupaten Ngada, itu selalu semangat atau enjoy menjalankan tugas dan membangun komunikasi yang baik dengan sesama staf di kantornya.
Ibu berparas cantik ini dalam tugas keseharian di kantor mengaku selalu berpikir positif. Dengan begitu, tutur Ima, tugas pelayanan kepada masyarakat lancar.
Menurut dia, ketika seseorang berpikir negatif dalam hal pekerjaan dan terhadap orang lain, dapat mengganggu pikiran yang dampaknya pada pelayanan kepada masyarakat.
Perempuan kelahiran Bajawa, 7 Desember 1972 silam, ini mengatakan, sejak menjadi PNS di Kabupaten Ngada, ia ditempatkan di Kantor Camat Nangaroro (sekarang masuk wilayah Kabupaten Nagekeo) pada tahun 1997 sebagai staf.
Tahun 1998-2001, Ima dimutasi ke Kecamatan Soa sebagai Pelaksana Tugas Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Umum, dan tahun 2003 dilantik menjadi Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Soa. Karirnya terus berlanjut hingga tahun 2004 dilantik menjadi Sekretaris Camat Soa.
Ia mencatat sejarah baru sebagai perempuan pertama yang menjadi sekretaris camat di Kabupaten Ngada.
Karirnya tidak berakhir di situ. Ima dimutasi lagi ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Ngada di bagian keuangan. Tahun 2009, Ima dilantik menjadi Kepala Bidang Verifikasi dan Pembukuan Dinas PPKAD.
Tahun 2011 dimutasi lagi ke Dinas Kependudukan, Catatan Sipil dan Keluarga Berencana (KCS-KB) sebagai Kepala Bidang Catatan Sipil hingga sekarang. Ibu tiga anak ini menuturkan, perjalannan karirnya selama menjadi PNS merupakan kesempatan belajar.
Karena ketika ditempatkan pertama kali di kecamatan, demikian Ima, ia mendapat banyak pengalaman.
Selama bekerja di kecamatan, kata Ima, ia mengenal berbagai karakter masyarakat dan berbagai persoalan sosial di kecamatan. Namun dengan kemampuan yang ada, Ima mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan-persoalan itu.
Ima menyebut prinsip hidup yang ia jalani adalah kebahagian diukur ketika bernilai bagi orang lain. Prinsip ini yang dipegang teguh oleh Ima dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.
Kedisiplinan kerja bagi tamatan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jaya Negara (Stiken-Janega) Malang, Jawa Timur, ini tidak diragukan lagi. Sebab, sejak di SMA, Ima sudah menjadi anggota Paskibraka tingkat Kabupaten Ngada tahun 1989. Sebagai anggota Paskibraka Ima sudah terlatih matang bagaimana disiplin waktu dan bekerja.
Istri dari Hendrikus Meo Kolo, ini awalnya bercita-cita menjadi perawat. Dalam perjalanan Ima mengambil jurusan ekonomi Stiken Malang angkatan 1996. Dengan latar belakang pendidikan ekonomi, Ima terus belajar, karena pada satu saat nanti ia bisa ditempatkan di dinas yang mungkin tidak sesuai latar belakang pendidikan.
Sebagai PNS, Ima harus bekerja dengan segala kemampuan yang ada. "Memang bagus kalau kita pindah-pindah tempat tugas, karena bisa belajar. Menurut saya pindah tempat tugas itu bisa menambah wawasan berpikir kita sendiri," tutur ibu dari Jordi itu.