Sabtu, 6 Juni 2026

Mengenal Alat Musik Sasando

Dari Engkel Hingga Ganda

SASANDO adalah alat instrumen musik petik. Instrumen musik ini berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Tayang:
Dari Engkel Hingga Ganda - sasando2.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Pohon Lontar, daunnya digunakan untuk salah satu bahan pembuat Sasando
Dari Engkel Hingga Ganda - sasando1.JPG
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Jeremias Pah, salah stau Maestro Sasando di Kupang-NTT
Dari Engkel Hingga Ganda - 599155_298630963574390_1138943174_n.jpg
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Sejumlah pemusik sasando
Patut  berbangga karena alat musik tradisional asal Kabupaten Rote Ndao, Propinsi NTT,  diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai cara. Salah satunya melalui  Festival Sasando di Kota Kupang oleh RRI bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan NTT,  Sabtu (10/11/2012), di halaman LPP RRI Kupang. Kemudian Konser Sasando yang diikuti  puluhan pemusik Sasando berbagi usia. Mereka akan dipandu oleh konduktor Dwiki Darmawan di Aula El Tari Kupang, Selasa (13/11/2012) malam. Pos Kupang menulis mengenai alat musik Sasando tersebut.
--------------------------------------------------------------------------------

POS-KUPANG.COM ---
SASANDO adalah alat instrumen musik petik. Instrumen musik ini berasal dari Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur. Nama Sasando menurut asal katanya dalam bahasa Rote, `Sasandu', artinya alat yang bergetar atau berbunyi.

Konon sasando digunakan di kalangan masyarakat Rote sejak abad ke-7. Bentuk sasando ada miripnya dengan instrumen petik lainnya seperti gitar, biola dan kecapi.

Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasa terbuat dari bambu. Pada bagian tengah, melingkar dari atas ke bawah diberi ganjalan-ganjalan di mana senar- senar (dawai-dawai) yang direntangkan di tabung, dari atas ke bawah bertumpu.

Ganjalan-ganjalan ini memberikan nada yang berbeda-beda kepada setiap petikan senar. Lalu tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas, melingkar terbuat dari daun pohon gebang (lontar). Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.

Sasando memang punya banyak senar. Sasando dengan 28 senar ini diistilahkan dengan Sasando Engkel. Jenis lainnya, Sasando Dobel, punya 56 senar. Bahkan ada yang 84 senar. Memainkan sasando dengan cara petik. Mirip gitar. Hanya saja sasando tanpa chord (kunci) dan senarnya harus dipetik dengan dua tangan, sehingga lebih mirip harpa.

Bagian utama sasando berbentuk  harpa, dengan media pemantul suara terbuat dari daun pohon gebang (pohon lontar yang banyak tumbuh di Pulau Timor dan Pulau Rote) yang dilekuk menjadi setengah melingkar.

Tempat senar senar diikat terbuat dari bambu yang keras, penahan senar yang sekaligus sebagai pengatur nada senar juga terbuat dari bambu. Batang bambu itu lalu diikat menyatu dengan daun gebang yang dibuat melingkar.

Saat ini sasando sudah mulai dimodifikasi. Pemantul bunyi dari daun gebang sudah diganti dengan spul gitar listrik yang ditempelkan pada batang bambu di tengah sasando. Tentu sasando model ini hanya bisa mengeluarkan bunyi keras dengan bantuan sound system . (novemy leo/berbagai sumber/bersambung)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved