Lainnya Silakan Mendarat di Bandara Tambolaka
Bandar Udara (Bandara) Tambolaka di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) merupakan bandara peninggalan Jepang pada tahun 1945
Kepala Bandara Tambolaka, Yohanes R. Keraf menjelaskan, semula landasan Bandara Tambolaka 2.010 meter. Dalam tahun 2012 ini diperpanjang 290 meter sehingga menjadi 2.300 meter. Selain itu, perluasan landasan apron 87 x 75 meter. Sebelumnya, apron berukuran 144 x 75 meter. Dengan demikian luas apron saat ini 221 x 150 meter. Sementara bangunan terminal yang sedang dikerjakan seluas 4.250 meter.
Fasilitas pendukung lainnya juga sedang dilengkapi, yaitu toilet beserta kamar mandi, plafon, pembagian ruang chek in setiap maskapai, pemasangan AC central dan elitrikalnya (listrik).
Total anggaran untuk pengembangan Bandara Tambolaka sudah mencapai Rp 26 miliar lebih (2010-2012), bersumber dari APBN. "Dalam tahun 2012 ini sudah selesai. Sekarang tinggal finishing (penyelesaian)," ujar Keraf.
Seiring bergulirnya waktu, satu per satu kendala juga mulai teratasi. Mobil pemadam kebakaran, misalnya, sudah tidak dipinjam karena Bandara Tambolaka mendapat tiga unit mobil pemadam kebakaran. Saat ini juga sedang dibangun dalam fire station.
Yang masih menghantui adalah masalah air bersih. Selama ini, kebutuhan air di Bandara Tambolaka disuplai mobil tangki.
Kekurangan air harus mendapat perhatian serius pengelola bandara dan pemda. Jika tidak akan menjadi masalah. Bayangkan kalau toilet/WC tanpa air. Aroma kurang sedap menyeruak menyebar masuk ke semua ruang. Pemakai jasa bandara hilir mudik dengan menutup hidung dan mulut. Padahal, Bandara Tambolaka merupakan pintu masuk dan keluar Pulau Sumba.
Keberadaan Bandara Tambolaka dengan gedung terminalnya yang megah, mengalahkan terminal Bandara El Tari Kupang, mestinya diikuti perubahan pola sikap masyarakat Pulau Sumba, khususnya masyarakat SBD.
Hal yang paling sederhana dilakukan adalah tidak mencoret dinding gedung terminal dan tidak membuang sampah sembarangan.
Kepada masyarakat yang bermukim sekitar bandara agar memperhatikan ternaknya karena jika dibiarkan berkeliaran akan sangat mengganggu keamanan dan keselamatan penerbangan.
Pemerintah sudah membangunnya sehingga menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk masyarakat, untuk menjaga bandara agar pelayanan angkutan udara dapat berjalan baik dan lancar.
Jangan berdalih karena tidak bisa menggunakan jasa penerbangan lantas menunjukkan sikap tidak peduli. Harus diingat bahwa keberadaan Bandara Tambolaka memberi ekses yang besar bagi masyarakat dan daerah.
"Semakin banyak orang akan datang ke sini. Masyarakat harus terus belajar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Rubah sikap, tingkah laku dan pola pikir negatif dengan melakukan hal-hal positif dan produktif," ujar Kodi Mete di setiap kesempatan bertemu dengan masyarakat. (alfons nedabang)