Mengapa 'Takut' Rakyat?
TULISAN ini sesungguhnya terinspirasi atas opini Romo Frans Amanue, pada tanggal 11 Agustus 2012 di Harian Umum Pos Kupang.
Kehidupan sosial kemasyarakatan terlihat harmonis dan aman, namun dalam kurun waktu yang sulit ditebak tiba-tiba kedua kelompok kembali bertikai. Situasi seperti ini terjadi secara turun temurun karena masih ada rasa dendam satu sama lain apalagi jika sebelumnya menelan korban jiwa, akibatnya pertikaian antar warga sulit dihentikan jika pemerintah membiarkan konflik.
Dalam kasus konflik seperti ini semestinya pemimpin berada digaris terdepan untuk mencari solusi yang tepat agar konflik serupa tidak kembali terjadi di tengah masyarakat. Proses penyelesaiannya pun, pemimpin tidak beleh memihak namun benar-benar berlaku adil karena kasus-kasus seperti ini mudah terpancing dan terprovokasi. Strategi lain juga yang perlu dilakukan pemimpin adalah mengambilali sementara tanah yang disengketakan hingga menemukan solusi yang tepat. Dengan demikian kedua kelompok yang bertikai merasa adil dengan perlakuan pemerintah.
Sebagai pemimpin juga tidak hanya sebatas mencari tau asal usul kepemilikan tanah yang disengketakan, namun juga perlu dilitik dan dikaji lebih dalam dibalik peristiwa itu. Faktor kemiskinan, kesenjangan pembangunan, dan masih banyak faktor pendukung lainnya yang mudah memicu pertikaian antar warga dengan dalil sengketa tanah ulayat.
Pemimpin lebih peka dan sensitif untuk mencari pengobatan yang tepat dari sebuah konflik sosial. Penyelesaian sengketa tanah ulayat tidak selamanya siapa sesungguhnya yang berhak atas tanah tersebut. Namun dengan sentuhan pembangunan, mengangkat harga diri masyarakat, mengurangi beban masyarakat dengan program pengentasan kemiskinan juga bagian dari upaya pendekatan pemerintah menghentikan konflik. Di sinilah kunci seorang pemimpin, bagaimana menyelesaikan konflik dari pendekatan yang lebih menyenangkan masyarakat, dengan sendirinya konflik akan berlalu dan masyarakat akan lebih memikirkan pembangunan kehidupannya yang lebih baik. Semoga pemimpin di negeri ini tidak takut dengan rakyatnya sendiri. *