Vaksin Rabies Habis, Bocah Ini pun Tewas
-Rabies kembali makan korban. Florianus Mona Higo, bocah laki-laki berusia tujuh tahun asal Talomema, Kelurahan Rega, Kecamatan Boawae
Kedua orang tua korban, Frans Tema, dan Yustina Teda, ditemui di rumah duka, RT 17, Dusun Talomema, Kelurahan Rega, Selasa (28/8/2012), mengatakan, korban digigit anjing pada tanggal 25 Juli 2012 saat pulang sekolah.
Pada hari yang sama, korban langsung diantar ke Puskesmas Boawae. Namun sampai di Puskesmas Boawae, petugas Puskesmas Boawae menyampaikan vaksin rabies habis sehingga korban hanya diberi jahitan di tempat gigitan di bawah kelopak mata kanan.
"Sejak pulang dari puskesmas itu kami memang tidak pernah antar lagi untuk divaksin. Anak saya juga tidak sekolah setelah digigit dan tinggal kembali dengan kami di Talomema," kata ayah korban, Frans Tema.
Ibu korban, Yustina Teda, mengatakan, gejala rabies mulai terlihat pada korban di hari Minggu (26/8/2012). Gejala tersebut antara lain, korban sudah mulai takut cahaya dan sering berteriak histeris. Keluarga pun memutuskan mengantar korban ke tukang doa di Wudu. Setelah kondisi korban membaik, keluarga memutuskan membawa pulang korban kembali ke rumah mereka di Talomema.
Namun pada Senin (27/8/2012) pagi, bocah yang baru seminggu mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) Denaano, Boawae tersebut kembali menunjukkan gejala rabies takut pada cahaya sehingga diantar ke Puskesmas Boawae. Kondisi korban, kata Yustina, terus menurun.
Keluarga pun memutuskan membawa pulang korban ke rumah pada pukul 12.30 Wita. Hanya berselang satu setengah jam, tepatnya pukul 14.00 Wita korban akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Petugas Puskesmas Boawae, Timotius Liko yang membantu korban ketika ditemui di ruang rawat inap Puskesmas Boawae pada Selasa siang mengatakan, korban diantar orangtuanya Senin (27/8/2012) sekira pukul 08.00 Wita.
Timotius mengatakan, berdasarkan laporan dari orang tua korban, gejala rabies sudah ditunjukkan korban, sejak Minggu (26/8/2012). Gejala tersebut antara lain takut air dan cahaya. "Korban sadar tetapi kelakuannya sudah seperti anjing yakni menggigit kain seprei dan kain jendela. Selain muntah-muntah korban juga takut air dan cahaya juga sempat berusaha menggigit bapaknya," tambah Timoteus.
Dia juga membenarkan bahwa pada gigitan awal korban memang pernah datang meminta vaksin. Namun karena saat itu Puskesmas kehabisan vaksin, korban dan keluarganya pun diminta datang lagi pada keesokan harinya, Kamis (26/7/2012) untuk divaksin. Namun korban baru diantar lagi ke puskesmas ketika kondisinya sudah parah.
Timoteus mengatakan, pihak Puskesmas Boawae sebenarnya berkeinginan merujuk korban ke Bajawa Senin (27/8/ 2012). Namun karena kondisi korban semakin drop sehingga pihak keluarga meminta korban dibawa kembali ke rumah. (dea)