Jumat, 24 April 2026

Tinggi Bangau Raksasa 180 Cm

Fosil burung raksasa yang ditemukan dari Situs Liang Bua tidak utuh lagi. Namun, penemuan itu membuka informasi

Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, RUTENG -- Fosil burung  raksasa yang ditemukan dari Situs Liang Bua tidak utuh lagi.  Namun, penemuan itu membuka  informasi baru tentang penyebaran beberapa jenis binatang di masa lalu, selain fosil burung bangau raksasa  yang ditemukan di Watualang, Jawa Tengah.

Penemuan fosil bangau raksasa di Liang Bua memberi gambaran bahwa pada zaman purba selain stegodon, komodo dan manusia purba, ternyata burung raksasa pun sudah menginjakkan kakinya di Pulau Flores.

Bangau raksasa dari  Situs Liang Bua dalam ilmu pengetahuan disebut Leptoptilos Robustus. Penelitian  terhadap tulang kaki  diketahui bahwa tinggi burung bangau raksasa Liang Bua 170-180 Cm. Di samping  bangau raksasa di Liang Bua, juga ditemukan fragmen dari tulang burung dari jenis pemakan bangkai lainnya, yaitu burung nazar (Vulture).

Secara umum, burung bangau raksasa Marabou (Leptoptilos Crumeniferus.) merupakan burung yang dapat terbang jauh termasuk dalam keluarga bangau Ciconiidae. Jenis burung ini  berkembang biak di Afrika terutama di Selatan Sahara.

Umumnya menempati habitat basah dan kering, bahkan sering di dekar tempat tinggal manusia, terutama di pinggiran limbah.
Marabou termasuk jenis burung yang sangat besar, specimen yang tinggi badannya bisa mencapai 152 Cm dan berat 9 Kg.

Bentangan sayapnya sangat lebar sekitar 370 cm bahkan ada yang mencapai 400 cm, sehingga jenis burung ini dinyatakan sebagai burung yang memiliki sayap terbesar dari seluruh jenis burung yang ada di dunia. Paruhnya sangat kuat  dan panjang sekitar 26,5 cm sampai 35 cm.

Mengenali Marabou sangat mudah, karena ukurannya yang besar, kepala dan leher tidak berbuluh banyak, punggung hitam dan bagian dada warna putih. Burung ini memiliki paruh yang sangat besar dan kokoh, bagian tenggorokan berwarna merah muda. Kaki hitam dan kuat. Pada musim kemarau di Afrika (makanan lebih mudah tersedia ketika kolam-kolam menyusut), saat itu burung-burung membangun sarang di atas pohon dan mereka bertelur antara dua sampai tiga  buah.

Marabou dapat dikategorikan sebagai burung pemakan bangkai (scavenger). Kepala dan leher yang tidak berbuluh digunakan untuk beradaptasi ketika mencari makan. Marabou mencari makan di sekitar burung pemakan bangkai lainnya seperti burung nazar (vulture) yang memiliki paruh lebih tajam untuk menyayat bangkai binatang.

Marabou senantiasa mencuri dan mengais sayatan daging yang tercecer di tanah. Di samping itu Marabou juga mencari makan seperti ikan, katak dan mamalia kecil lainnya. (ius/materi pameran)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved