Selasa, 9 Juni 2026

Selamat Ultah, Pak Polisi (1)

Berlari Menuju Profesionalitas

Hampir setiap hari Jumat pagi dan Sabtu sore, Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky H.P Sitohang melakukan salah satu hobi olahraganya, berlari.

Tayang:
Berlari Menuju Profesionalitas - ONLINE1.jpg
ISTIMEWA
Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP Sitohang (keempat dari kanan) bersama para Kapolres dan petinggi Polda NTT lainnya, berolahraga lari bersama-sama, di salah satu daerah di NTT.
Berlari Menuju Profesionalitas - ONLINE2.jpg
Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky HP Sitohang (kelima dari kiri) bersama para Kapolres dan petinggi Polda NTT lainnya, berolahraga lari bersama-sama, di salah satu daerah di NTT.
POS-KUPANG.COM --- Hampir setiap hari Jumat pagi dan Sabtu sore, Kapolda NTT, Brigjen (Pol) Ricky H.P Sitohang melakukan salah satu hobi olahraganya, berlari.

Kegemaran itu juga ditularkan kepada sejumlah perwira di jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda  NTT). Alhasil saat berlari, sejumlah ruas jalan di Kota Kupang dipenuhi para perwira polisi berseragam olahraga.

Aksi Kapolda Ricky Sitohang dan para perwira Polda NTT turun ke jalan untuk olahraga lari,  menjadi tontonan baru bagi warga Kota Kupang. Warga heran dan bertanya-tanya sekaligus penasaran karena ingin melihat pimpinan tertinggi Polda NTT dan jajarannya itu.

Namun kemudian hal itu tidak lagi menjadi tontonan publik karena sudah menjadi agenda rutin. Dampak positifnya, tak ada lagi polisi yang berperut gendut karena seluruhnya harus rutin berolahraga, berlari.

Hal baru lainnya yang dilakukan Kapolda Ricky Sitohang, yakni bersepeda motor saat memantau sejumlah tempat dalam moment khusus seperti memantau aksi demo, memantau suasana malam natal dan memantau suasana malam tahun baru, memantau susana malam takbiran juga kegiatan lainnya.

Melihat sang jenderal bintang satu berpakaian seragam lengkap dengan atributnya itu beraksi bersepeda motor di ruas-ruas jalan itu, kembali membuat masyarakat heran sekaligus kagum.

Pantas mereka heran karena  selama ini belum pernah ada Kapolda NTT yang memantau situasi Kota Kupang dan sekitarnya mengendarai sendiri sepeda motor bersama sejumlah perwira dan anggota polisi lainnya.

Belum lagi aksi Kapolda Sitohang turun langsung memantau kinerja anggotanya di lapangan hingga berkantor di luar Polda NTT. Saat aksi demo terkait rencana kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) awal tahun 2012 lalu, Brigjen Ricky Sitohang `berkantor' selama beberapa hari di bawah pohon di halaman depan kantor Gubernur NTT.

Hal itu dilakukan untuk mengintruksikan dan mengontrol langsung kerja anggotanya di lapangan. Juga memberikan dorongan moril dan menunjukkan kepada anggotanya bahwa pimpinan pun harus loyal,  bersama-sama dengan anggota dalam senang dan susah.

Bahkan saat itu Kapolda Sitohang ikut bernegosiasi, bicara dengan pengunjuk rasa untuk mengetahui aspirasi mereka sekaligus melakukan pendekatan agar tidak terjadi aksi anarkis.

Semua aksi `unik' yang dilakukan Kapolda Sitohang itu bukan untuk mengejar popularitas diri. Tetapi,  punya maksud dan tujuan.

"Polisi harus selalu berada di tengah masyarakat. Itulah salah satu langkah strategis Polisi masa kini dan masa depan untuk bisa mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Pimpinan harus juga turun ke lapangan dan berdialog langsung dengan masyarakat, sekaligus melihat langsung kondisi anak buah di lapangan," kata Kapolda Sitohang.

Selain peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di tubuh Polri, Kapolda Sitohang juga mulai mengubah performance polisi, baik penampilan fisik maupun tutur kata.

"Sekarang tidak ada lagi polisi berambut gondrong atau memakai anting-anting. Kami ini polisi bukan preman. Jangan bertindak arogan karena sebagai abdi masyarakat, melayani masyarakat sebagai raja bukan menjadikannya sebagai hamba," tegas Kapolda Sitohang.

Ia juga berharap jajarannya lebih transparan dalam mempublikasikan perkembangan penanganan kasus-kasus di setiap bagiannya dan tidak menghalani kerja pers.

Masyarakat membutuhkan informasi mengenai kepastian hukum dan kinerja polisi dalam penanganan kasus. Dan, pers menjadi jembatan untuk menginformasikan hal itu kepada masyarakat.

Menurut dia, semua hal positif yang dilakukannya untuk memberikan contoh positif bagi anggota agar bisa menjalankan tugas dengan baik yang pada gilirannya akan bermuara untuk meningkatkan profesionalitas anggota Polri.
Polri saat ini adalah Polri yang tidak lagi otoriter, tapi humanis. Polri yang tidak reaktif, tapi proaktif.

Hal ini yang harus mulai dilakoni polisi di NTT. Hal itu harus dimulai dari pimpinan sehingga akan diikuti oleh anak buahnya. Apa yang dilakukan pimpinan merupakan tolok ukur. Karena itu, berbuatlah yang baik sehingga bisa dijadikan panutan oleh anggota.

"Saya menunjukkan jalan yang baik. Follow me, ikuti hal-hal baik yang saya lakukan. Mari kita semua jajaran Polri di NTT, mulai merapatkan barisan, bergandeng tangan untuk bersama membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Jadikan Polri sebagai idola masyarakat. Kita harus berlari kencang agar  cepat sampai kepada profesionalitas pelayanan," ajak Ricky Sitohang.

Jenderal polisi bintang satu ini yakin para petinggi  Polda NTT bisa menjadi panutan bagi anak buahnya masing-masing. Para petinggi itu diantaranya, Dir Polair Kombes Polisi Purwoko Yudianto, Dirres Umum Kombes Polisi Drs. Samuel Yulianus Kawengian, Dirres Khusus Kombes Polisi Drs. Ade Sutiana, Dir Narkoba Kombes Polisi Muhari.

Dir Intelkam Kombes Polisi Drs. Faroek, Dir Pamobvit Kombes Polisi Drs. Agus Suprianto, Dir Tahti AKBP Yudi,  Dir Lantas Kombes Polisi Gde Sugianyar Dwi Putra, Dir Binmas AKBP Drs. Yayat Jatmika.

Juga Karo Ops Kombes Polisi Marphin Efendi, Karo SDM Kombes Polisi Prabowo, Kabid Propam AKBP Julens Abbas, Karo Sarpras Kombes Polisi Borent, Dansat Brimob Kombes Polisi Norman W,  Kabid TI AKBP Arif Yuliman,  Karo Rena Kombes Polisi Irianto, Kabid Keu AKBP Wayan Sudiana, Kabid Dokkes AKBP Dr. Komang Nurada, SP-THT KL.

Kiat untuk menjalankan tugas, kewenangan dan tanggung jawab dengan baik di manapun tempat tugasnya, diberikan oleh mantan Kepala Provost Mabes Polri ini.

Bahwa di manapun bertugas harus menjunjung tinggi prinsip 'dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'. Di manapun kita bertugas, anggaplah tempat tugas kita itu sebagai rumah kita sendiri.

Sehingga ada motivasi bagi kita untuk bisa membuat `rumah' kita itu menjadi rumah yang indah, nyaman untuk ditempati, disinggahi warga untuk berbagi keluh kesah untuk  dan menyelesaikan masalah.

"Jika setiap Polisi merasa berada di rumah sendiri saat dia bertugas dimanapun, maka tentu dia akan nyaman berada di sana dan dia akan membuat rumahnya itu nyaman bagi dirinya, keluarga dan juga masyarakat di sekitarnya," kata Kapolda Sitohang.

Ia berharap masyarakat NTT jangan membanding-bandingkan dirinya dengan Kapolda NTT sebelum atau Kapolda NTT yang akan datang. Karena setiap pimpinan memiliki karakter dan strategi masing-masing dalam menjalankan tugasnya.

"Jangan banding-bandingkan saya dengan pimpinan Polda NTT lainnya. Ingat bahwa setiap pimpinan punya strategi tersendiri.  Namun semuanya tentu akan kembali pada tujuan mulai yakni bagaimana citra Polri bisa diangkat kembali," tandas Ricky Sitohang.

Aksi Kapolda Ricky Sitohang berpatroli naik sepeda motor   menjadi buah bibir sebagaimana programnya yang lain `mencoklatkan' NTT. Juga ketegasan Ricky Sitohang dalam menindak anggotanya yang `nakal'. Seluruh masyarakat di Kota Kupang hingga di seluruh daerah di NTT membicarakannya `aksi' Ricky Sitohang.

Masyarakat  berharap agar program positif yang sudah dibuat Kapolda NTT dan mulai diterapkan jajaran di setiap polres itu bisa terus diterapkan dan ditingkatkan sehingga tercipta suasana kamtibmas di setiap wilayah NTT.

Dengan demikian, maka profesionalitas pelayanan polisi tercipta dan polisi bisa kembali kepada citranya sebagai pelindung dan pengayoman masyarakat. Selamat Ulang Tahun Pak Polisi. Proviciat!!

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved