Hamburkan Uang Rakyat
Sejumlah warga asal Lembata di Jakarta menilai,
Kepala Bappeda Lembata yang saat ini Sekda, Piet Toda Atawolo, pernah menyampaikan hal itu saat berlangsung seminar terkait ekonomi Flores di Hotel Shangrilla Jakarta beberapa tahun lalu.
“Beliau mengaku potensi perikanan Lembata sangat besar. Seorang nelayan akan menjawab ia ke laut untuk tangkap ikan, bukan cari ikan. Ini mengandaikan ikan sudah tersedia dan tinggal menangkap saja. Nah, potensi ini yang harus dikelola untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Karolus.
Sedangkan Gerardy Tukan, salah satu warga Lembata, menilai, keputusan Badan Anggaran DPRD dan Eksekutif Lembata mengalokasikan subsidi Rp 303 juta untuk membuka pelayaran Lewoleba-Wakatobi per Juli 2012 kurang tepat sasaran.
Melalu surat elektronik yang diterima Pos Kupang, Rabu (20/6/2012), Gerady menyampaikan beberapa pertimbangan di antaranya, Pemkab Lembata belum mengidentifikasikan hasil-hasil andalan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Wakatobi.
Jika pun itu ada, kata dosen MIPA Unwira Kupang ini, Lembata belum siap memenuhi kebutuhan itu karena produksinya belum melimpah. Hanya cukup untuk kebutuhan konsumsi sendiri masyarakat Lembata. Demikian pun sebaliknya, kata Gerardy, pemerintah belum mengkaji kebutuhan masyarakat Lembata yang bisa diperoleh dari masyarakat Wakatobi.