KPK Kembali Panggil Rektor Undana
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kembali Rektor Undana dan Pembantu Rektor, Ir. Doppy Roy Nendisa, MP, sebagai saksi
Nilai total proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di 16 PTN tahun anggaran 2012 yang diduga dikorupsi Angie Rp 600 miliar. Berikut nilai proyek di 16 universitas:
* Universitas Sumatera Utara (USU) Rp 30 miliar
* Universitas Brawijaya Malang Rp 30 miliar
* Universitas Udayana Bali Rp 30 miliar
* Universitas Jambi Rp 30 miliar
* Universitas Negeri Jakarta Rp 45 miliar
* Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) Rp 45 miliar
* Universitas Jenderal Soedirman Rp 30 miliar
* Universitas Sriwijaya Rp 75 miliar
* Universitas Tadulako Rp 30 miliar
* Universitas Nusa Cendana Kupang Rp 20 miliar
* Universitas Pattimura Rp 35 miliar
* Universitas Negeri Papua Rp 30 miliar
* Universitas Sebelas Maret (UNS) Rp 40 miliar
* Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Rp 50 miliar
* Universitas Negeri Malang Rp 40 miliar
* Institut Pertanian Bogor (IPB) Rp 40 miliar.
Permai Group
* Pihak lain yang diduga terlibat korupsi proyek pengadaan sarana dan prasarana di 16 universitas adalah perusahaan-perusahaan yang bernaung dalam Permai Group, binaan M Nazaruddin, terpidana korupsi Wisma Atlet SEA Games Palembang.
* Sejumlah perusahaan di bawah Grup Permai jadi pemenang. Di antaranya, ada yang masuk daftar pengusutan KPK, PT Nuratindo Bangun Perkasa yang menggarap proyek pengadaan peralatan laboratorium di IPB Rp 11,4 miliar.
*Di Kampus UI, perusahaan Permai Group yang mendapat proyek, PT Darmo Sipon. Jenis proyeknya pengadaan laboratorium biomedis senilai Rp 13 miliar.
* Proyek laboratorium di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten juga dimenangkan Permai Group senilai Rp 49 miliar.
*PT Marell Mandiri dari Permai Group juga memenangkan tender pengadaan alat laboratorium di Universitas Sriwijaya (Unsri) senilai Rp 47 miliar. Pelaksana proyek itu dijalankan PT Anugerah Nusantara, satu konsorsium PT Permai Group.
* Pengadaan alat laboratorium dan alat penunjang laboratorium pendidikan tahun anggaran APBN 2010 dengan nilai proyek Rp 17 miliar pada Universitas Negeri Jakarta juga dimenangkan PT Marell Mandiri yang selanjutnya dikerjakan PT Anugerah Nusantara.
Audit BPK
* Korupsi di lingkungan PTN terkuak setelah audit BPK yang menemukan kerugian negara berindikasi korupsi Rp 68,12 miliar dan 108.810,41 dolar AS.
* Nilai itu ditemukan dari hasil pemeriksaan terhadap 18 universitas negeri dalam pengadaan sarana dan prasarana Tahun Anggaran 2008-2011.
* Selain kerugian negara, BPK mengungkap potensi kerugian Rp 16,24 miliar, kekurangan penerimaan senilai Rp 83,81 miliar, kesalahan administrasi Rp 69,49 miliar serta penganggaran yang tak efektif, efisien dan ekonomis senilai Rp 400,76 miliar.
* Total dana yang bermasalah di 18 universitas negeri, ada 191 temuan pemeriksaan yang meliputi dugaan rekayasa lelang atau tender, pengadaan barang yang tak sesuai spesifikasi secara kuantitatif ataupun kualitatif, dan keterlambatan kontrak. (tribunnews)