Belanda Vs Jerman, Berharap Magis Euro 1988 Terulang
BELANDA tengah berstatus gawat darurat. Usai kalah 0-1 dari Denmark oleh gol semata wayang, Michael Krohn Dehli, pada laga perdana
Ini partai hidup mati buat Belanda. Kalah di laga lawan Tim Panser berarti menutup peluang untuk bisa berbicara banyak pada pentas Piala Eropa kali ini. Dari statistik pertemuan kedua negara, Belanda menjadi underdog. Total 38 pertemuan mencatat, Jerman berhasil meraih kemenangan 14 kali dan Belanda hanya menang 10 kali, sisanya 4 pertandingan berakhir seri.
Namun hasil ini terjadi saat Jerman masih belum bersatu, sedangkan statistik Jerman bersatu maka angka tersebut berubah menjadi keunggulan Belanda dari 23 kali bertanding, Belanda 8 kali menang, seri 9 kali dan sisanya 6 kali kemenangan untuk Jerman.
Keadaan yang terjadi di tim Belanda saat ini mengingatkan banyak orang pada gelaran Euro 1988. Saat itu, di partai pertama putaran Grup B, Belanda di luar dugaan kalah oleh Uni Soviet melalui gol tunggal Rats. Oranye yang diperkuat Marco van Basten diunggulkan untuk bisa mengalahkan Uni Soviet, tetapi pelatih Uni Soviet ketika itu Valeriy Lobanovskiy membuat kejutan lewat cara mengalahkan sebuah tim favorit juara.
Usai laga lawan Soviet, Belanda juga dihadapkan pada pertandingan hidup dan mati melawan Inggris. Pun, anak asuhan Rinus Michels kala itu mampu membuktikan mempunyai mental juara. Adangan Three Lions mulus dilewati lewat kememangan berskor 3-1.
Di pertandingan terakhir Grup B, Belanda menang melawan Republik Irlandia dan berhak lolos ke babak berikutnya. Come back yang dilakukan Belanda tidak hanya sampai lolos dari fase grup, tetapi mereka bisa melaju hingga ke babak final sebelum akhirnya menjadi juara setelah sukses membalas dendam atas Uni Soviet dengan skor 2-0.
Di Euro 1988 yang dilangsungkan di Jerman Barat, Marco van Basten berhasil menjadi pencetak gol terbanyak dengan 5 gol. Beberapa generasi pemain Belanda yang bermain di Euro 2012, coba mengingat saat-saat Belanda pertama kali merengkuh juara Euro sebagai gelar pertama mereka di turnamen besar internasional.
Magis saat berhasil membalikkan keadaan di Euro 1988, akan kembali coba diulang anak asuhan Bert van Marwijk untuk meraih asa saat berhadapan dengan Jerman. Rafael van der Vaart, bahkan menyebut Timnas Belanda yang juara di Euro 1988 merupakan inspirasi bagi Timnas Belanda saat ini.
"Memang kekalahan melawan Denmark adalah sebuah kemunduran, tetapi saya percaya bahwa mereka yang meraih juara Euro di 1988 juga memulai dengan kekalahan. Jadi kita berpegang pada kejadian itu dan kami harus menang dua kali, itu yang harus saya lakukan,'tambahnya.
Namun Jerman bukanlah Inggris kala itu. Mark Van Bomel dkk harus bisa meredam gelora membara anak-anak Jerman. Keyakinan diungkapkan bek tengah Jerman, Holger Badstuber. Jerman siap menghadapi Belanda.
"Kami akan pergi ke pertandingan melawan Belanda dengan penuh percaya diri, dan bukan untuk bersembunyi. Kami yakin bakal bermain dengan keyakinan tinggi dan saya berharap kami mampu meraih kemenangan lagi,"ujarnya.
Nada optimis memang patut diungkapkan pemain yang bermain untuk klub Bayern Munchen tersebut. Pada laga terakhir saat Der Panser bersua Oranye di Hamburg di ajang persahabatan, 16 November 2011, skuad asuhan Joachim Low mampu mengalahkan Belanda dengan skor 3-0. Gol kemenangan Jerman dicetak oleh Thomas Muller, Miroslav Klose, Mesut Ozil.
Komposisi pemain kedua tim yang bertemu saat itu, kurang lebih sama dengan komposisi pemain yang akan diturunkan di laga Grup B Euro 2012. Jerman masih mengandalkan Lukas Podolski, Mesut Ozil, dan Miroslav Klose untuk mendobrak gawang Belanda, sementara Oranye masih diperkuat Wesley Sneijder, Mark van Bommel, dan Klaas-Jan Huntelar untuk membobol gawang Der Panser. glery lazuardi
