Rabu, 10 Juni 2026

Pesawat Sukhoi Hilang

Sukhoi Melaju 800km/jam Hantam Tebing

Tim Basarnas telah sampai ke titik jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet100 di lereng Gunung Salak, Cidahu, Jawa Barat, Kamis (10/5/2012).

Tayang:
Editor: Alfred Dama
Sukhoi Melaju 800km/jam Hantam Tebing - Sukhoi_Jatuh_copy.jpg
Tribun Jakarta
Ilustrasi
POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Tim Basarnas telah sampai ke titik jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet100 di lereng Gunung Salak, Cidahu, Jawa Barat, Kamis (10/5/2012).

Humas Basarnas Gagah Prakoso mengatakan pihaknya telah menemukan jasad korban di lokasi kejadian. Namun, ia belum mengetahui jumlah jasad korban yang ditemukan oleh tim penyelamat itu.

"Tim kita sudah sampai di lokasi. Mereka menemukan kondisi pesawat hancur," kata Gagah di Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Gagah menduga kondisi pesawat yang hancur berantakan karena kecapatan yang cukup tinggi sekitar 800km/jam. Selain dari jalur darat, Gagah mengatakan bahwa tim udara dengan menggunakan helikopter Puma yang mengangkut 18 orang telah mendekati titik lokasi.

Ia pun menuturkan melihat kondisi lapangan kemungkinan nanti sore jasad korban dapat dibawa menuju Halim Perdana Kusuma. "Selambat-lambatnya besok pagi, kita lihat cuacanya mendukung atau tidak," tuturnya.

Gagah juga mengatakan bila kecelakaan terhadap pesawat besar dengan kecepatan tinggi kemungkinan ada ledakan. "Berbeda dengan pesawat kecil," imbuhnya.

Gagah menjelaskan bahwa posisi penemuan jenazah korban tak jauh dari lokasi awal penemuan puing pesawat, yakni di kawasan Cidahu, Kebupaten Bogor, Jawa Barat. "Kondisinya saya tidak bisa bilang. Tapi pesawat jet dengan kecepatan tinggi menghantam tebing, meledak, dan hancur," kata Gagah.

Di lokasi itu, Gagah mengakui timnya juga masih belum menemukan korban yang selamat. "Belum ditemukan, tapi kami masih terus cari," katanya.

Saat ini, tim masih menunggu kesiapan helipad untuk melakukan proses evakuasi. Sebelumnya, pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada koordinat 06  43' 08" Lintang Selatan dan 106  43' 15" Bujur Timur. Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.

Penerbangan yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama. Perusahaan tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan penerbangan di Indonesia.

Pesawat tersebut melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim Perdanakusuma menuju Palabuhan Ratu pukul 12.00 WIB dengan penumpang pebisnis di bidang penerbangan. Setelah terbang sekitar 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdana Kusuma dalam kondisi selamat.

Penerbangan kedua dilakukan pukul 14.12 WIB. Penumpang lainnya dari media massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan.

Sementara itu, Tim TNI Angkatan Udara, Kamis (10/5/2012), melihat tanda Sukhoi pada puing-puing pesawat yang jatuh di Gunung Salak. Puing bertanda Sukhoi berada di jurang suatu tebing yang ditabrak pesawat berawak 44 orang itu.

Demikian diungkapkan oleh Mayor (Pnb) Muhammad Reza Yudha Fahlefie, pilot helikopter NAS-332 Superpuma Skuadron Udara 6 Atang Sendjaja, di Pos Komando SAR Sukhoi Superjet 100 Pangkalan Udara Atang Sendjaja.

"Kami menjadi yakin. Kopilot melihat lambang Sukhoi pada puing pesawat di jurang tebing," kata Fahlefie.

Namun, cuaca buruk menyulitkan tim untuk mengobservasi keadaan lebih lama. Sulit dipastikan adanya tanda kehidupan dari korban pesawat. Bahkan, tim penyelamat tidak bisa diturunkan karena lokasi terdekat dan teraman tidak bisa ditentukan.

Akhirnya, Kopilot Letnan Satu Pnb Budiono pada pukul 09.10 berhasil memotret lokasi jatuhnya pesawat. Lokasi itu terletak pada koordinat 06  43' 08" Lintang Selatan dan 106  43' 15" Bujur Timur. Lokasi evakuasi terdekat ialah Desa Cijeruk.

Fahlefie mengatakan, tim penyelamat dari TNI AU akan diberangkatkan lagi dari Lanud Atang Sendjaja apabila cuaca membaik. Saat ini, harapan terbesar, lokasi jatuhnya pesawat di tebing yang terjal dan tidak ada jalur pendakian itu bisa dijangkau oleh tim SAR lewat jalur darat. (tribunnews/kompas.com)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved